Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perkuat Mitigasi Bencana, Kecamatan Samarinda Utara Sosialisasikan Prosedur dan Jalur Evakuasi

    November 2, 2026

    November 2, 2026

    Ini Strategi DLH Samarinda untuk Penilaian Adipura

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang
    Pemerintah

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang

    IraBy IraSeptember 6, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Papan Informasi Terminal 2E Bandara Soetta terlihat beberapa penerbangan dibatalkan (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten kembali diperpanjang penutupannya hingga pukul 13.30 WIB, Minggu, 6 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi dan dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

    Perpanjangan penutupan dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah sebelumnya operasional Bandara Soetta dihentikan sementara sejak pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB karena sebaran abu vulkanik masih terpantau di sekitar wilayah penerbangan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.

    Penutupan wilayah udara tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil paper test pada Minggu pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB yang menunjukkan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik,” ujar Lukman dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

    Kemenhub juga berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi abu vulkanik.

    Dampak penutupan wilayah udara pada periode pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB cukup signifikan. Sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak, dengan total 22.798 penumpang yang ikut terdampak.

    Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi salah satu rute dengan jumlah pergerakan pesawat terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan.

    Sementara pada penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat sebagai rute dengan dampak terbesar, mencapai 11 pergerakan pesawat.

    Secara keseluruhan, penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang. Sejumlah rute yang terdampak antara lain Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).

    Adapun penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak meliputi Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya.

    Kemenhub menegaskan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

    Kondisi tersebut juga membuat maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan, rotasi pesawat, serta penanganan penumpang. Penumpang diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing dan menyiapkan waktu perjalanan lebih panjang akibat potensi perubahan jadwal.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Kaltim Raih Penghargaan TPAKD 2026, Gubernur dan Wagub Tak Hadir

    Oktober 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perkuat Mitigasi Bencana, Kecamatan Samarinda Utara Sosialisasikan Prosedur dan Jalur Evakuasi

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keselamatan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas…

    November 2, 2026

    Ini Strategi DLH Samarinda untuk Penilaian Adipura

    November 2, 2026

    APBD Samarinda 2027 Diperketat, Andi Harun Hapus Anggaran Baju Dinas dan Konsumsi Rapat

    November 2, 2026

    Rumah Oksigen Hadir di Makroman, Ibu Hamil dan Anak Terdampak Karhutla Jadi Perhatian

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,420 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.