Insitekaltim, Samarinda – Keselamatan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas melakukan penanganan, tetapi juga pada kesiapan warga memahami langkah penyelamatan diri.
Karena itu, Kecamatan Samarinda Utara mengingatkan pentingnya mengenali jalur dan prosedur evakuasi sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang aman dan tanggap terhadap bencana.
Informasi mengenai jalur serta tata cara evakuasi tersebut disampaikan sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, pegawai, maupun pihak-pihak yang berpotensi terdampak bencana di wilayah Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Kepada awak media, Camat Samarinda Utara, Mohamad Joni, menyampaikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, masyarakat harus mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat, baik akibat kebakaran, banjir, maupun potensi bencana lainnya.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Karena itu, masyarakat perlu memahami jalur evakuasi, mengetahui titik kumpul, serta tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat. Kesiapsiagaan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko dan mencegah jatuhnya korban,” Ungkapnya di konfirmasi awak media. Minggu, 1 November 2026.
Joni menjelaskan, dalam kondisi darurat masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Warga juga diminta mengikuti informasi serta arahan petugas berwenang, kemudian segera menuju jalur evakuasi yang dinilai aman sesuai kondisi di lapangan.
“Jangan mengabaikan rambu-rambu evakuasi dan arahan petugas. Hindari lokasi yang berpotensi membahayakan, kemudian bergerak menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Jangan memaksakan diri melewati area yang tidak aman,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan lebih saat proses penyelamatan. Anak-anak, lanjut usia, serta penyandang disabilitas harus mendapat perhatian dan bantuan agar dapat menjangkau lokasi aman dengan lebih cepat.
Selain itu, masyarakat diminta tidak kembali ke lokasi bencana atau area berbahaya sebelum petugas menyatakan kondisi benar-benar aman. Langkah tersebut penting untuk menghindari risiko lanjutan, terutama ketika situasi di lapangan masih belum terkendali.
“Dalam proses evakuasi, jangan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri. Bantu anggota keluarga dan warga lain yang membutuhkan pertolongan, khususnya kelompok rentan. Namun, bantuan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan,” Tegas Joni.
Untuk keadaan darurat yang membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112, dengan tetap memperhatikan ketersediaan dan cakupan layanan di wilayah setempat.
Melalui penyampaian informasi ini, Kecamatan Samarinda Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat.
Pemahaman mengenai jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diharapkan tidak hanya diketahui, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan warga dalam menjaga keselamatan lingkungan. (ADV)

