Insitekaltim, Samarinda – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan efektivitas pengolahan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Di Kota Samarinda, para pemulung yang selama ini beraktivitas di tempat penampungan sementara (TPS) kini mulai dilibatkan secara lebih terorganisasi untuk mendukung pengelolaan sampah.
Langkah tersebut diterapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melalui program mitra pemilah di TPS Baqa. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kawasan TPS, tetapi juga memastikan sampah terpilah dengan baik sebelum memasuki proses pengolahan menggunakan mesin insinerator.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan pengawasan dalam penerapan sistem TPS terpilah.
Menurutnya, pengawasan yang sepenuhnya mengandalkan petugas kecamatan, kelurahan, dan DLH tidak mudah dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut lantaran masing-masing instansi juga memiliki tugas dan tanggung jawab lain.
“Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi dengan melibatkan masyarakat yang beraktivitas di TPS. Mereka kami bentuk menjadi mitra pemilah agar pengelolaan sampah bisa lebih tertata dan pengawasannya berjalan lebih efektif,” Ungkap Taufiq sapaan karibnya. Sabtu, 31 Oktober 2026.
Melalui mekanisme tersebut, DLH terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap para pemulung yang bersedia terlibat. Selanjutnya, mereka ditetapkan melalui surat keputusan (SK) sehingga memiliki kejelasan status dan kewenangan dalam membantu pengelolaan sampah di TPS, termasuk mengambil sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Menariknya, program ini tidak menggunakan skema pemberian honor maupun insentif dari pemerintah. Para mitra pemilah memperoleh manfaat ekonomi dari hasil penjualan sampah bernilai jual yang mereka kumpulkan.
Sebagai bentuk timbal balik, mereka berkewajiban menjaga kebersihan TPS dan memastikan proses pemilahan berjalan sesuai ketentuan.
Taufiq menyebutkan, saat ini terdapat sekitar tujuh hingga delapan orang yang tergabung dalam kelompok mitra pemilah di TPS Baka. Setiap anggota diwajibkan memiliki identitas yang jelas, dilengkapi struktur organisasi sederhana dengan seorang ketua sebagai penanggung jawab kelompok.
“Melalui pembentukan kelompok, aktivitas pemilahan menjadi lebih mudah diatur. Kami juga berkoordinasi dengan ketua kelompok agar bisa mengarahkan anggota dan memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib,” Ucapnya.
Pembentukan kelompok tersebut sekaligus menjadi upaya mengatasi persoalan yang sebelumnya kerap ditemukan di lapangan. Aktivitas pemulung yang keluar masuk TPS tanpa pengaturan terkadang menyebabkan sampah yang telah ditata petugas kembali berhamburan dan mengganggu kebersihan lingkungan.
Dengan adanya kelompok mitra pemilah, aktivitas di TPS diharapkan lebih terkoordinasi. Para anggota tidak hanya mengambil sampah yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kondisi kebersihan kawasan penampungan.
“Keberadaan TPS terpilah memiliki peran penting dalam menunjang kinerja insinerator. Semakin baik proses pemilahan sejak awal, semakin optimal pula dukungan bahan yang masuk ke proses pengolahan,” Ujarnya.
DLH Kota Samarinda pun membuka peluang untuk menambah jumlah anggota mitra pemilah apabila kebutuhan operasional di lapangan semakin meningkat. Penambahan personel dinilai penting agar pembagian tugas tetap seimbang dan seluruh aktivitas pemilahan dapat berjalan maksimal.
“Kami tentu membuka ruang apabila kelompok membutuhkan tambahan anggota. Seperti di TPS Baka, awalnya hanya empat orang, kemudian mereka mengusulkan penambahan karena merasa kewalahan dengan aktivitas pemilahan yang harus ditangani,” Katanya.
Melalui program mitra pemilah, DLH Samarinda berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain membantu menjaga kebersihan TPS, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual. (ADV)

