Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    November 1, 2026

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya
    Kesehatan

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    AminahBy AminahNovember 1, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ikan asin yang dijual di pasar menjadi perhatian setelah beredar video dugaan penggunaan obat antinyamuk untuk mencegah munculnya belatung. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ikan asin merupakan salah satu lauk yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Harganya relatif terjangkau, mudah ditemukan di pasar tradisional, dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan.

    Namun, masyarakat perlu lebih cermat memilih produk ini setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan penggunaan obat pembasmi serangga untuk mencegah munculnya belatung pada ikan asin.

    Praktik tersebut menjadi perhatian karena obat pembasmi serangga rumah tangga bukan bahan pengawet pangan. Penggunaannya secara langsung pada makanan berpotensi membahayakan konsumen, terutama apabila produk yang terkontaminasi tetap dijual dan dikonsumsi.

    Ikan asin pada dasarnya merupakan produk olahan ikan yang diawetkan melalui proses penggaraman dan pengeringan. Garam membantu mengurangi kadar air dalam daging ikan sehingga pertumbuhan mikroorganisme dapat ditekan. Proses pengeringan kemudian membantu memperpanjang masa penyimpanan.

    Namun, keamanan ikan asin tidak hanya ditentukan oleh proses pengawetannya. Kebersihan tempat produksi, kualitas bahan baku, cara penjemuran, hingga penyimpanan juga berpengaruh terhadap mutu produk.

    Mengapa obat serangga berbahaya jika mengenai makanan?

    Obat pembasmi serangga atau insektisida mengandung bahan aktif kimia yang dirancang untuk mengendalikan serangga, bukan untuk digunakan pada bahan pangan.

    Apabila ikan asin terpapar insektisida, residu bahan kimia berpotensi tertinggal pada produk dan masuk ke tubuh ketika dikonsumsi. Dampaknya bergantung pada jenis bahan aktif, konsentrasi, jumlah yang masuk ke tubuh, serta tingkat paparannya.

    Paparan insektisida tertentu dapat menimbulkan gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit kepala, pusing, iritasi, hingga gangguan pernapasan dan sistem saraf. Tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang.

    Karena itu, ikan asin yang diduga terkena semprotan obat serangga sebaiknya tidak dikonsumsi. Mencuci atau menggorengnya bukan jaminan bahwa seluruh residu bahan kimia telah hilang.

    Cara mengenali ikan asin yang perlu diwaspadai

    Masyarakat perlu memperhatikan kondisi ikan asin sebelum membeli. Meski tidak semua kontaminasi bahan kimia dapat dikenali melalui tampilan fisik, ada beberapa hal yang patut dicermati:

    1. Aroma tidak wajar

    Ikan asin umumnya memiliki aroma khas ikan kering. Jika tercium bau kimia yang menyengat dan berbeda dari aroma normal, konsumen sebaiknya tidak mengambil risiko untuk membelinya.

    2. Kondisi fisik mencurigakan

    Perhatikan apakah terdapat perubahan warna, tekstur yang tidak wajar, lendir, atau tanda pembusukan. Kondisi tersebut dapat menunjukkan penanganan dan penyimpanan produk yang kurang baik.

    3. Terdapat jamur atau kotoran

    Ikan asin yang disimpan dalam kondisi lembap dan tidak higienis berisiko mengalami kerusakan. Hindari produk yang terlihat berjamur, kotor, atau terpapar lingkungan yang tidak bersih.

    4. Penyimpanan tidak higienis

    Perhatikan tempat penjualan. Ikan asin sebaiknya disimpan dalam wadah bersih dan terlindung dari debu, serangga, serta kontaminasi lainnya.

    5. Asal produk tidak jelas

    Pilih produk dari penjual yang dapat menjelaskan asal ikan asin dan proses penyimpanannya. Jika memungkinkan, utamakan produk dengan informasi produsen dan kemasan yang jelas.

    Perlu dipahami bahwa ciri-ciri tersebut bukan alat untuk memastikan ada atau tidaknya insektisida. Ikan asin yang terlihat bersih dan tidak berbau menyengat sekalipun belum tentu bebas dari kontaminasi bahan kimia. Kepastian hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan yang sesuai.

    Jangan mencoba menyelamatkan ikan asin yang dicurigai terkontaminasi

    Jika menemukan ikan asin yang diduga disemprot obat serangga, masyarakat sebaiknya tidak mencicipi atau mengolahnya untuk dikonsumsi. Produk tersebut perlu dipisahkan dari bahan makanan lain agar tidak terjadi kontaminasi silang.

    Apabila seseorang telanjur mengonsumsi produk yang dicurigai terkontaminasi dan mengalami keluhan, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala memburuk atau mencoba mengatasi keracunan sendiri.

    Masyarakat juga dapat melaporkan temuan produk mencurigakan kepada dinas terkait atau Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengawasan.

     

    Artikel Ikan Asin Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah

    Oktober 30, 2026

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    DPPKB Samarinda Sampaikan Capaian Program dan Kegiatan SAPA KB

    Oktober 27, 2026

    Kenali 3 Tanaman Indoor yang Berpotensi Menyerap Polutan di Dalam Rumah

    Oktober 18, 2026

    Diet Tanpa Tersiksa, Haruskah Beralih ke Minuman Diet atau Cukup Air Putih?

    Oktober 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    AminahNovember 1, 2026

    Insitekaltim – Pernah membuka media sosial hanya untuk melihat satu berita, tetapi akhirnya terus menggulir layar…

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026
    1 2 3 … 3,419 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.