Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Headset Jadi Teman Anak Muda Saat Beraktivitas di Tempat Umum

    September 6, 2026

    Dua Emas dari Batam, Dua Talenta Muda Kaltim Siap Naik Level

    September 6, 2026

    Kristal Firdaus Rekam Wajah Samarinda Lewat Puisi

    September 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Hiburan»Kristal Firdaus Rekam Wajah Samarinda Lewat Puisi
    Hiburan

    Kristal Firdaus Rekam Wajah Samarinda Lewat Puisi

    R’syaBy R’syaSeptember 6, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Penyair Samarinda, Kristal Firdaus (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penyair Samarinda Kristal Firdaus memilih puisi sebagai cara untuk merekam kehidupan kota dari sisi yang dekat dengan keseharian masyarakat. Bagi dia, Samarinda tidak cukup hanya ditulis melalui ikon kota atau keindahan tempatnya, tetapi juga melalui cara warganya bertahan dan menjalani kehidupan sehari-hari.

    Kristal mengatakan, setiap penyair memiliki cara berbeda dalam merekam kota berdasarkan latar belakang dan pengalaman masing-masing. Karena itu, ia memilih melihat Samarinda dari kehidupan anak muda, termasuk kebiasaan, budaya berkumpul, hingga cara mereka mencari ruang untuk tetap hidup di tengah berbagai persoalan kota.

    “Aku menulis gimana sih anak muda yang kita lakuin. Gimana sih cara kita meromantisasi kota ini. Apa sih yang kita lakuin untuk hidup di kota ini,” ujarnya usai Talkshow Samarinda Book Party x Festival Literasi Kaltim di Aula Tower Dispora Kaltim, Sabtu, 5 September 2026.

    Ia menyebut kehidupan anak muda di Samarinda, termasuk budaya ngopi, menjadi bagian yang menarik untuk dituangkan ke dalam puisi. Menurutnya, hal-hal tersebut merupakan realitas yang benar-benar terjadi dan layak direkam sebagai bagian dari wajah kota.

    “Aku lebih yang ke anak-anak mudanya. Budaya-budaya ngopi kita. Budaya-budaya yang benar-benar real,” ungkapnya.

    Pendekatan tersebut membuat Kristal tidak ingin puisinya sekadar menggambarkan Samarinda sebagai daerah yang memiliki sesuatu untuk dijual. Ia justru ingin menghadirkan kota sebagaimana yang dirasakan dan dijalani masyarakatnya.

    “Aku berusaha nggak eksotisme aja. Nggak fokus ke menjual daerah ini. Karena apa sih yang bisa kita jual sebenarnya?,” tuturnya.

    Selain kehidupan anak muda, persoalan kota juga menjadi bagian dari rekaman puisinya. Kristal menyebut Teluk Lerong dan kondisi Sungai Mahakam sebagai contoh bagaimana ruang yang sehari-hari dilihat masyarakat juga menyimpan persoalan yang tidak selalu terlihat dari permukaannya.

    Ia menyinggung fenomena orang yang melompat dari kawasan Teluk Lerong serta kondisi sungai yang menurutnya menjadi bagian dari realitas Samarinda yang perlu diperhatikan.

    “Aku selalu mikir kayak kita selalu ke sana, tapi sebenarnya di Teluk Lerong kan ada orang bunuh diri juga lah. Dimana pemerintah, terus kayak sungai kita coklat, sampai aku di puisi itu sampai aku nulis kayak gimana nanti kalau sungai ini akhirnya merah karena orang sering loncat di sana,” bebernya.

    Bagi Kristal, puisi tidak harus selalu ditempatkan sebagai karya yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia melihat puisi juga dapat menjadi cara untuk menerjemahkan perasaan sekaligus merekam apa yang terjadi di sekitar.

    Karena itu, ketika menulis tentang Samarinda, ia tidak semata-mata berharap pemerintah membaca atau merespons karyanya. Ia lebih ingin puisinya mempertemukan orang-orang yang memiliki keresahan dan kepedulian yang sama terhadap kota tempat mereka hidup.

    “Aku malah berharap bisa merangkul teman-teman, bisa saling merasakan, saling menjembatani perasaan mereka. Cara kita bertahan hidup di kota ini. Itu yang puitis,” jelasnya.

    Ia menambahkan, penyair di Samarinda sebenarnya cukup banyak. Namun, keberadaan mereka belum selalu mendapat perhatian yang sepadan. Penyair muda dari Samarinda juga memiliki kesempatan tampil di ruang sastra nasional dan internasional.

    Kristal sendiri menjadi penyair asal Samarinda ketiga yang mengikuti Makassar International Writers Festival, setelah Septy dan Novan Leany. Hal tersebut pun menunjukkan bahwa potensi penyair di Kalimantan Timur sebenarnya ada, hanya saja ekosistem dan dukungan terhadap mereka masih perlu diperkuat.

     

    Kristal Firdaus Penyair Samarinda Puisi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Headset Jadi Teman Anak Muda Saat Beraktivitas di Tempat Umum

    September 6, 2026

    Family Fun Walk PWI Kaltim Satukan Insan Pers Lintas Generasi

    September 6, 2026

    Tak Hanya Jalan Sehat, PWI Kaltim Bawa Semangat Sehat hingga Peduli Sesama

    September 6, 2026

    Weekend Sendiri, Kenapa Tidak?

    September 5, 2026

    Teras Samarinda Tahap II Hadirkan Area Bermain Anak, Jadi Pilihan Ruang Publik Ramah Keluarga

    September 5, 2026

    Taman Samarendah Jadi Ruang Hijau untuk Mengisi Akhir Pekan di Tengah Kota

    September 5, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Headset Jadi Teman Anak Muda Saat Beraktivitas di Tempat Umum

    R’syaSeptember 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Coba perhatikan suasana di kafe, kampus, atau tempat nongkrong. Di antara orang-orang…

    Dua Emas dari Batam, Dua Talenta Muda Kaltim Siap Naik Level

    September 6, 2026

    Kristal Firdaus Rekam Wajah Samarinda Lewat Puisi

    September 6, 2026

    FIFA Kucurkan USD 5,4 Juta, PSSI Bangun Pusat Pelatihan Nasional di IKN

    September 6, 2026

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang

    September 6, 2026
    1 2 3 … 3,323 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.