Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bolehkah Mengambil Air dari Masjid Saat Kemarau? Ini Ketentuannya

    September 14, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN
    Politik

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    AminahBy AminahJuli 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Salah satu jembatan yang ada di Kalimantan Timur. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harapan warga Muara Kaman agar Jembatan Mahakam Kudungga segera dibangun kembali berbenturan dengan kemampuan keuangan daerah. DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menilai proyek bernilai triliunan rupiah itu sulit direalisasikan jika hanya mengandalkan APBD provinsi maupun kabupaten.

    Penilaian itu mencuat setelah puluhan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Muara Kaman mendatangi DPRD Kaltim untuk mendesak realisasi delapan usulan pembangunan.

    Dari seluruh aspirasi, pembangunan Jembatan Mahakam Kudungga menjadi tuntutan utama karena dianggap sebagai akses vital yang belum pernah terwujud meski berkali-kali diusulkan.

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, kemampuan fiskal daerah saat ini tidak lagi cukup menopang proyek infrastruktur berskala besar. Pemotongan transfer dari pemerintah pusat membuat ruang belanja daerah semakin sempit.

    “Kalau mengandalkan kemampuan keuangan daerah yang hari ini banyak dipotong oleh pusat, berat. Bantuan keuangan dari provinsi juga tidak akan cukup,” kata Samsun, Senin, 20 Juli 2026.

    Pembangunan Jembatan Kudungga seharusnya didorong masuk dalam pembiayaan APBN. Nilai proyek yang mencapai triliunan rupiah dinilai mustahil dipenuhi hanya melalui bantuan keuangan provinsi.

    “Bangun jembatan sebesar itu triliunan rupiah. Menunggu bantuan keuangan provinsi tidak akan cukup. Pemerintah kabupaten harus mengajukan pembiayaannya ke APBN,” ujarnya.

    Pemerintah provinsi juga memiliki keterbatasan kewenangan untuk membiayai proyek tertentu. Selama belum ada pelimpahan kewenangan, belanja langsung dari APBD provinsi sulit dilakukan.

    “Kalau kewenangannya belum dialihkan ke provinsi, tentu kami juga tidak bisa membiayai langsung,” katanya.

    Selain pembangunan jembatan, DPRD menyoroti persoalan pelayanan dasar di desa-desa yang masih terisolasi. Salah satunya Desa Kupang Baru yang belum memiliki akses jalan darat sehingga mobilitas warga sepenuhnya bergantung pada jalur sungai.

    Kondisi geografis tersebut membuat keberadaan ambulans sungai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi pemerintah.

    “Ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini sudah menyangkut pelayanan kesehatan. Anggaran kesehatan juga harus menyentuh kebutuhan ambulans sungai,” ucapnya.

    Sebelumnya Ketua BPD Desa Cipari Makmur Hadi Subeno mengatakan, keterbatasan APBDes maupun fiskal Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membuat pembangunan infrastruktur besar sulit diwujudkan.

    Karena itu, mereka meminta Pemerintah Provinsi Kaltim ikut memperjuangkan delapan usulan pembangunan, termasuk Jembatan Mahakam Kudungga yang dinilai menjadi kunci pembuka akses ekonomi Muara Kaman.

     

    DPRD Kaltim Jembatan Mahakam Kudungga Kecamatan Muara Kaman Muhammad Samsun
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Bursa Pilwali Samarinda Mulai Memanas, PDIP Pilih Tahan Diri

    September 12, 2026

    Masih Terima Pembayaran Usai Pengelolaan Diambil Alih, Komisi II Bentuk Tim Investigasi

    September 11, 2026

    TPP Guru Samarinda Belum Dibayar, Ismail Latisi: Tidak Ada Wacana Pengurangan dan Penghilangan

    September 10, 2026

    NasDem Samarinda Kunci Nama Saefuddin Zuhri untuk Pilwali Berikutnya

    September 10, 2026

    DPRD Kaltim Beri Waktu Sepekan untuk Cabut Mutasi Guru

    September 9, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bolehkah Mengambil Air dari Masjid Saat Kemarau? Ini Ketentuannya

    AminahSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kemarau membuat air bersih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Ketika sumur warga…

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.