Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Juara Umum Terancam, Disporapar Minta Penetapan Cabor Porprov Segera Diputuskan

    Juli 18, 2026

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026

    Tak Lolos SNBP dan SNBT Bukan Akhir, PTN Masih Buka Jalur Pendaftaran

    Juli 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kebutuhan Guru dan Sarana SLB di Kaltim Kian Bertambah, Pemprov Harus Antisipasi
    DPRD Kaltim

    Kebutuhan Guru dan Sarana SLB di Kaltim Kian Bertambah, Pemprov Harus Antisipasi

    Adit MustafaBy Adit MustafaOktober 14, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mengungkapkan keprihatinan terkait pendidikan inklusif di wilayah Kaltim

    Ia memperhatikan permasalahan serius yang terjadi terkait jumlah sekolah luar biasa (SLB) di Kaltim tidak mencukupi untuk menampung jumlah siswa berkebutuhan khusus yang terus bertambah setiap tahun.

    “Jumlah SLB di Kaltim juga belum sebanding dengan jumlah siswa berkebutuhan khusus yang terus bertambah setiap tahunnya,” tutur Salehuddin beberapa waktu lalu.

    Bersumber pada data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, saat ini terdapat 34 SLB di Provinsi Kaltim, terdiri 11 SLB negeri dan 23 SLB swasta.

    Namun, yang menjadi perhatian adalah ketersediaan guru pendidik di SLB yang hanya sebanyak 380 guru, sedangkan total siswa berkebutuhan khusus mencapai 2.507 orang. Idealnya, satu guru SLB seharusnya mengajar lima anak berkebutuhan khusus.

    Salehuddin mengungkapkan bahwa beberapa kabupaten dan kota di Kaltim sudah meminta penambahan guru dan rombongan belajar (rombel) untuk SLB, yang menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    “Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa kabupaten dan kota yang meminta penambahan guru dan rombel untuk SLB. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Kaltim untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” imbuhnya.

    Anggota Fraksi Golkar ini berharap Pemerintah Provinsi Kaltim segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di daerah ini, termasuk alokasi anggaran yang memadai untuk membangun dan memperbaiki fasilitas SLB.

    “SLB adalah bagian dari hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap Pemprov Kaltim tidak mengabaikan hal ini dan memberikan prioritas kepada SLB,” ujarnya.

    Selain masalah jumlah guru, Salehuddin juga menyoroti kurangnya guru berlatar belakang pendidikan luar biasa yang sangat dibutuhkan untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus.

    Ia mencatat bahwa DPRD pernah mengusulkan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Program Studi Pendidikan Luar Biasa, mengingat belum ada kampus di Kaltim yang menyediakan program studi tersebut.

    Salehuddin menegaskan bahwa pendidikan inklusif, termasuk pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, adalah hak anak yang harus dijamin.

    Ia berharap Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan prioritas yang sepatutnya kepada SLB dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di wilayah ini.

    “Kami sudah pernah mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB). Sebab, di Kaltim belum ada kampus yang menyediakan Prodi tersebut,” tandas Salehuddin.

    Disdikbud DPRD Kaltim Salehuddin SLB
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    Jelang Paripurna Hak Angket 13 Juli, Hamas Isyaratkan Ikuti Sikap Fraksi Golkar

    Juli 3, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Ancaman PHK, Inflasi hingga Keselamatan Alur Sungai Mahakam

    Juli 2, 2026

    Pembahasan Hak Angket terhadap Gubernur Kaltim Kembali Dijadwalkan 13 Juli

    Juni 30, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target Juara Umum Terancam, Disporapar Minta Penetapan Cabor Porprov Segera Diputuskan

    R’syaJuli 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin meminta KONI…

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026

    Tak Lolos SNBP dan SNBT Bukan Akhir, PTN Masih Buka Jalur Pendaftaran

    Juli 18, 2026

    Seleksi Jemaah Haji 2027 Diperketat, Kemenhaj Mulai Saring Kondisi Kesehatan dari Daerah

    Juli 18, 2026

    Kajian Tri City Berlanjut, Samarinda Usul Kereta Api dan Logistik Terintegrasi

    Juli 18, 2026
    1 2 3 … 3,222 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.