Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengejar target sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
Memasuki pembangunan tahap II, Otorita IKN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek strategis yang dibiayai melalui APBN, investasi swasta, maupun skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Evaluasi tersebut tidak hanya menyoroti kecepatan pembangunan, tetapi juga kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan standar pelaksanaan proyek.
“K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028,” ujar Basuki dikutip dari laman resmi IKN, Sabtu, 18 Juli 2026.
Tiga prinsip utama tetap menjadi pegangan dalam pembangunan IKN, yakni kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi agar Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi kota modern yang layak huni dan berdaya saing.
Pembangunan Tahap II mencakup penyelesaian kawasan legislatif dan yudikatif, gedung perkantoran pemerintah, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga sistem perpipaan air minum sebagai penunjang layanan dasar perkotaan.
Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum masih mengerjakan sejumlah proyek strategis, termasuk Jalan Tol IKN dan berbagai infrastruktur konektivitas pendukung.
Otorita IKN juga mencatat pembangunan terus berjalan melalui tiga skema pembiayaan. Selain proyek yang dibiayai APBN, pembangunan didukung investasi swasta dan KPBU yang kini mulai memasuki tahap konstruksi pada sejumlah proyek, seperti kawasan campuran, rumah sakit, apartemen, kawasan komersial, hingga fasilitas pendidikan.
Basuki mengatakan percepatan pembangunan dilakukan agar seluruh fungsi utama pemerintahan dapat beroperasi sesuai target pada 2028. Karena itu, pengawasan terhadap seluruh proyek akan terus diperketat agar penyelesaian fisik berjalan sesuai jadwal tanpa mengurangi mutu pekerjaan.
“Target kita jelas, Nusantara siap menjadi ibu kota politik pada 2028. Karena itu seluruh pekerjaan harus diselesaikan dengan kualitas yang baik, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

