Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kebutuhan Guru dan Sarana SLB di Kaltim Kian Bertambah, Pemprov Harus Antisipasi
    DPRD Kaltim

    Kebutuhan Guru dan Sarana SLB di Kaltim Kian Bertambah, Pemprov Harus Antisipasi

    Adit MustafaBy Adit MustafaOktober 14, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mengungkapkan keprihatinan terkait pendidikan inklusif di wilayah Kaltim

    Ia memperhatikan permasalahan serius yang terjadi terkait jumlah sekolah luar biasa (SLB) di Kaltim tidak mencukupi untuk menampung jumlah siswa berkebutuhan khusus yang terus bertambah setiap tahun.

    “Jumlah SLB di Kaltim juga belum sebanding dengan jumlah siswa berkebutuhan khusus yang terus bertambah setiap tahunnya,” tutur Salehuddin beberapa waktu lalu.

    Bersumber pada data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, saat ini terdapat 34 SLB di Provinsi Kaltim, terdiri 11 SLB negeri dan 23 SLB swasta.

    Namun, yang menjadi perhatian adalah ketersediaan guru pendidik di SLB yang hanya sebanyak 380 guru, sedangkan total siswa berkebutuhan khusus mencapai 2.507 orang. Idealnya, satu guru SLB seharusnya mengajar lima anak berkebutuhan khusus.

    Salehuddin mengungkapkan bahwa beberapa kabupaten dan kota di Kaltim sudah meminta penambahan guru dan rombongan belajar (rombel) untuk SLB, yang menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    “Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa kabupaten dan kota yang meminta penambahan guru dan rombel untuk SLB. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Kaltim untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” imbuhnya.

    Anggota Fraksi Golkar ini berharap Pemerintah Provinsi Kaltim segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di daerah ini, termasuk alokasi anggaran yang memadai untuk membangun dan memperbaiki fasilitas SLB.

    “SLB adalah bagian dari hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap Pemprov Kaltim tidak mengabaikan hal ini dan memberikan prioritas kepada SLB,” ujarnya.

    Selain masalah jumlah guru, Salehuddin juga menyoroti kurangnya guru berlatar belakang pendidikan luar biasa yang sangat dibutuhkan untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus.

    Ia mencatat bahwa DPRD pernah mengusulkan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Program Studi Pendidikan Luar Biasa, mengingat belum ada kampus di Kaltim yang menyediakan program studi tersebut.

    Salehuddin menegaskan bahwa pendidikan inklusif, termasuk pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, adalah hak anak yang harus dijamin.

    Ia berharap Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan prioritas yang sepatutnya kepada SLB dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di wilayah ini.

    “Kami sudah pernah mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB). Sebab, di Kaltim belum ada kampus yang menyediakan Prodi tersebut,” tandas Salehuddin.

    Disdikbud DPRD Kaltim Salehuddin SLB
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Pansus MBLB DPRD Kaltim Bahas Regulasi Tambang Ilegal hingga Perizinan Usaha

    September 2, 2026

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    Revisi Perda HIV/AIDS Kaltim Diminta Lebih Komprehensif dan Aplikatif

    Agustus 27, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar

    Agustus 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    R’syaSeptember 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Budiman Tahir, akademisi sekaligus Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengapresiasi…

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026

    Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Samarinda Siapkan Pembelajaran Daring

    September 4, 2026

    Pemkot Satukan Data Proyek Pembangunan dalam Satu Sistem Digital

    September 4, 2026
    1 2 3 … 3,320 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.