Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran
    Pendidikan

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    R’syaBy R’syaSeptember 4, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Budiman Tahir, akademisi sekaligus Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Budiman Tahir, akademisi sekaligus Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) yang tetap menjalankan program peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

    Menurut Budiman, kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Ia mengaku bangga karena sejumlah program pendidikan yang sebelumnya disampaikan Pemkab Kutim kini mulai diwujudkan.

    Salah satu yang menjadi sorotannya ialah program beasiswa bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan. Budiman menilai kebijakan tersebut penting mengingat persoalan tenaga pendidik yang belum memiliki kualifikasi sarjana masih terjadi di sejumlah daerah.

    “Kalau dibandingkan dengan provinsi lain, apalagi kabupaten lain, pemberian (kebijakan) seperti ini masih minim sekali. Kalau saya melihat program yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kapabilitas dan kompetensi tenaga pendidik di Kutai Timur, saya katakan luar biasa,” ujarnya dikutip dari situs resmi Pemkab Kutim.

    Budiman menyebut peningkatan kualitas tenaga pendidik merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia daerah. Karena itu, keberlanjutan program tersebut di tengah efisiensi anggaran dinilainya menjadi poin yang patut diapresiasi.

    “Walaupun ada efisiensi, ternyata tetap dilakukan. Ini keren. Artinya pemerintah daerah tetap mengambil peran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pujinya.

    Perhatian Pemkab Kutim, lanjut Budiman, tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualifikasi guru. Ia juga mengapresiasi kebijakan penyediaan guru inklusi di setiap sekolah.

    Ia menerangkan, pendidikan inklusif masih menjadi tantangan di banyak daerah karena belum semua sekolah memiliki tenaga pendidik yang mempunyai kompetensi untuk menangani kebutuhan pendidikan inklusif.

    “Daerah lain masih banyak yang belum memiliki guru inklusi di sekolah. Tetapi di Kutai Timur, saya melihat apa sudah diterapkan, yaitu satu sekolah satu guru inklusi,” terangnya.

    Selain itu, Budiman menyoroti langkah Kutim dalam mendukung implementasi wajib belajar 13 tahun. Ia menjelaskan, selama ini pendidikan umumnya dihitung selama 12 tahun, yakni enam tahun SD, tiga tahun SMP dan tiga tahun SMA.

    Sementara itu, penguatan pendidikan satu tahun sebelum memasuki jenjang SD melalui PAUD menjadi bagian penting dalam konsep wajib belajar 13 tahun.

    “Apa yang digariskan pemerintah pusat ternyata langsung diambil perannya oleh Kutai Timur,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    AminahOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang mengusulkan status bencana nasional…

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,383 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.