Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda
    DPRD Samarinda

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis, 22/10/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim mengusulkan pemanfaatan dana yang tersedia dalam APBD untuk membangun sumur bor dan terminal air bersih sebagai langkah mengatasi keterbatasan air bersih di Kota Tepian. Usulan tersebut disampaikan di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis, 22 Oktober 2026.

    Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan solusi alternatif agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi ketika pasokan air baku untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) terbatas.

    Abdul Rohim menilai pembangunan sumur bor dapat menjadi salah satu upaya untuk menyediakan sumber air alternatif di wilayah yang membutuhkan. Selain itu, pemerintah juga dapat membangun terminal air bersih di sejumlah titik agar distribusi air kepada masyarakat lebih terorganisasi.

    “Dana yang pasti existing ada. Nah, itu digunakan apa? digunakan untuk membuat sumur bor air itu,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, terminal air bersih dapat dibangun dengan menyediakan tandon berkapasitas sekitar 12.000 liter beserta instalasi dan dudukannya. Selanjutnya, Perumdam dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat mendukung pengisian air secara berkala sesuai kebutuhan.

    Dengan skema tersebut, setiap wilayah, baik pada tingkat rukun tetangga (RT) maupun kelurahan, diharapkan memiliki cadangan pasokan air bersih. Keberadaan fasilitas ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air perpipaan ketika sumber air baku mengalami penurunan.

    “Per RT atau kelurahan itu ada backup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” jelasnya.

    Abdul Rohim menyebut, keterbatasan air baku saat ini menjadi persoalan yang tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Perumdam. Kondisi sumber air di bendungan yang sudah kritis turut mempengaruhi kemampuan penyediaan air bersih bagi warga.

    Karena itu, ia mendorong pemerintah tidak hanya mengandalkan pasokan dari sistem yang sudah ada, tetapi juga menyiapkan sumber air alternatif dan infrastruktur pendukung di tingkat permukiman.

    Disisi lain, ia menilai pemerintah kota perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Bantuan lintas pemerintahan diperlukan agar penanganan persoalan air tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran daerah.

    Menurutnya, langkah antisipasi tersebut perlu diprioritaskan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih, terutama ketika kondisi sumber air baku belum memungkinkan pelayanan berjalan optimal.

    “Pembangunan sumur bor dan terminal air bersih diharapkan dapat menjadi solusi pendukung dalam menghadapi keterbatasan pasokan, sekaligus memperkuat kesiapan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Samarinda,” tuturnya.

     

    Abdul Rohim DPRD Samarinda infrastruktur Terminal Air
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026

    DPRD Samarinda Awasi Janji Kompensasi Hotel di Samanhudi, Sidak Perizinan Disiapkan

    Oktober 23, 2026

    Iswandi Soroti Wacana Penyaluran Gaji PNS Lewat Kopdes, Nilai Berisiko bagi BPD

    Oktober 23, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Ratu ArifanzaOktober 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim mengusulkan pemanfaatan dana yang…

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Dukung Kenyamanan Pedagang, Disdag Samarinda Koordinasikan Penyediaan Listrik Pasar Pagi

    Oktober 24, 2026

    Pembangunan RS Korpri Samarinda Disorot, Pemkot Minta Kajian Banjir hingga Andalalin

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,404 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.