Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar
    Politik

    DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 27, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, saat diwawancarai awak media pada Rabu, 26 Agustus 2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian dari DPRD Kaltim.

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam penanganan maupun pencegahan karhutla.

    Hal tersebut disampaikan Reza saat ditemui di Gedung DPRD Provinsi Kaltim, Rabu, 26 Agustus 2026.

    Ia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi karhutla yang terjadi, khususnya di wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kukar.

    “Kita turut prihatin terkait dengan kondisi yang ada saat ini. Tentunya memberi perhatian kepada OPD terkait, khususnya dinas-dinas terkait, mungkin juga dengan BPBD yang selama ini menjadi penanggulangan bencana,” ujar Reza.

    Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya mitigasi dan pencegahan perlu terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali meluas.

    Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan alam di Kaltim. Sinkronisasi antarlembaga juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan kebakaran.

    “Kita perlu juga sinkronisasi, kemudian juga bekerja sama dengan beberapa stakeholder yang ada, bagaimana ke depan alam kita, kelestarian hutan kita bisa kita jaga,” katanya.

    Reza menilai penanganan karhutla juga tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Pihak swasta dan perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran dinilai memiliki peran dalam mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan bencana.

    “Ini bukan hanya kewajiban daripada pemerintah provinsi dan masyarakat, tapi juga kita perlu dari kewajiban dari pihak-pihak swasta ataupun pihak-pihak perusahaan yang ada di sekitar wilayah yang terjadi dengan bencana kebakaran hutan ini,” jelasnya.

    Sementara itu, karhutla di Kelurahan Pendingin masih menjadi salah satu titik perhatian utama. Berdasarkan laporan terbaru, kebakaran di wilayah tersebut telah melanda lahan gambut dengan luasan sekitar 311 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

    Data sementara BPBD Kukar hingga 26 Agustus juga mencatat 67 kejadian karhutla sepanjang Agustus dengan total luasan lahan terbakar mencapai sekitar 915,68 hektare. Sanga-Sanga menjadi wilayah dengan luasan terbesar.

    Reza berharap kolaborasi lintas sektor dapat diperkuat sehingga penanganan karhutla tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mencegah munculnya kebakaran baru.

    “Jangan sampai terjadi isu-isu yang lain karena kita berpikirnya ke depan harusnya adanya kerja sama di antara kita semua,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    AminahOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang mengusulkan status bencana nasional…

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,383 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.