Insitekaltim, Samarinda – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda memperkuat kapasitas 60 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pelatihan mitigasi kebencanaan yang difasilitasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Satpol PP Kota Samarinda Anis Siswantini mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan anggota Satlinmas dalam menghadapi berbagai kondisi kebencanaan di wilayah Kota Samarinda.
Menurut Anis, Satlinmas memiliki peran penting sebagai garda terdepan di tingkat kelurahan, termasuk dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini menjadi perhatian.
“Bagaimana Satgas Linmas ini sebagai garda terdepan dan Satlinmas di 59 kelurahan yang kami Satpol PP selaku pembina, yaitu menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla,” kata Anis, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia menjelaskan peran Satlinmas dalam mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika bencana terjadi. Anggota juga diarahkan untuk melakukan patroli, pemantauan, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mencegah terjadinya bencana.
“Bukan saja kita ini datang lalu kita langsung ikut penanganan menyemprot-nyemprot. Salah satunya bukan itu. Tetapi bagaimana kita bisa memitigasi termasuk patroli monitoring,” ujarnya.
Selain karhutla Anis menyebut anggota Linmas juga dipersiapkan menghadapi berbagai jenis bencana lainnya, seperti kebakaran, banjir, hingga tanah longsor. Dalam kondisi bencana, anggota juga dapat membantu proses evakuasi dan pengamanan masyarakat yang terdampak.
Anis mengatakan pelatihan tersebut merupakan kerja sama keempat yang dilakukan Satpol PP Kota Samarinda dalam rangka meningkatkan kapasitas anggotanya.
Sebelumnya kegiatan serupa dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda, dan pemadam kebakaran.
Sementara itu Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi mengatakan pihaknya mendukung kegiatan pengembangan kapasitas aparatur melalui penyediaan fasilitas pelatihan, termasuk kegiatan lapangan seperti outbound.
Nina menekankan pengembangan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui peningkatan keterampilan fisik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pengetahuan dan kemampuan manajerial.
“SDM itu di samping skill juga knowledge. Satpol PP itu tidak hanya fisik, dia juga ada manajemennya,” jelas Nina.
Ia mengatakan pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai metode, baik pembelajaran di dalam kelas maupun kegiatan di luar kelas seperti yang dilakukan dalam pelatihan tersebut.
Nina menambahkan BPSDM juga melaksanakan uji kompetensi bagi tenaga Satpol PP yang memiliki jabatan fungsional. Menurutnya pengembangan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas aparatur.
Anis pun berharap para peserta dapat menyerap materi yang diberikan instruktur sekaligus memperkuat kekompakan dalam menjalankan tugas penanganan kebencanaan.
“Kami selalu pesan kepada anggota hal-hal ini penting dilakukan supaya kita juga menjaga kekompakan terhadap anggota-anggota ini,” pungkasnya.

