Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah
    Kesehatan

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    IraBy IraSeptember 4, 2026Updated:September 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan ketika kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim saat ini masih menjadi perhatian serius. Salah satunya di Kabupaten Kutai Barat, yang beberapa hari lalu mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 318 mikrogram per meter kubik.

    “Iu sudah masuk kategori berbahaya. Seharusnya di bawah 55, tetapi hari ini sudah turun lagi menjadi 280, namun masih dianggap sangat tidak sehat,” kata Jaya di Kantor Dinkes Kaltim, Rabu, 2 September 2026.

    Menurut Jaya, buruknya kualitas udara dipengaruhi sejumlah titik api, asap kiriman dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, serta minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

    Saat ini, kondisi udara yang paling mengkhawatirkan terpantau di Kutai Barat dan Berau, kemudian disusul Kutai Kartanegara.

    “Ketika asap semakin tebal dan hujan tidak kunjung turun, kualitas udara dapat memburuk. Kondisi tersebut dapat berubah dari sehat menjadi tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya,” ujarnya.

    Kondisi udara tersebut juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

    Jaya menyebut kasus ISPA di Kaltim mulai kembali mengalami peningkatan setelah sempat menurun pada pertengahan tahun. Meski demikian, kenaikannya masih relatif kecil dibandingkan kondisi pada awal tahun.

    Hingga Agustus 2026, kasus ISPA terbanyak tercatat di Balikpapan dengan 66.468 kasus. Berikutnya Samarinda 48.230 kasus, Kutai Kartanegara 29.453 kasus, Paser 22.284 kasus, dan Kutai Timur 22.032 kasus.

    Selanjutnya Berau mencatat 20.549 kasus, Penajam Paser Utara 10.386 kasus, Bontang 7.670 kasus, dan Mahakam Ulu 1.482 kasus.

    Menurut Jaya, tingginya jumlah kasus di sejumlah daerah juga dipengaruhi jumlah penduduk. Namun, kondisi udara yang memburuk tetap harus diwaspadai karena berpotensi memicu peningkatan kasus apabila paparan asap berlangsung dalam waktu lama.

    Untuk mengantisipasi dampak terhadap anak-anak, Dinkes Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengalihkan kegiatan belajar ke rumah apabila kualitas udara mencapai kategori berbahaya.

    “Kalau kualitas udara berada pada kondisi berbahaya, anak-anak sekolah disarankan untuk diliburkan atau melaksanakan pembelajaran dari rumah,” tegasnya.

    Jaya mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah pencegahan agar peningkatan kasus kesehatan tidak terjadi secara bersamaan dan membebani fasilitas pelayanan kesehatan.

    Ia mencontohkan kondisi di Samarinda. Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai satu juta jiwa, kota tersebut hanya memiliki sekitar 26 puskesmas.

    “Kalau lonjakan sampai ratusan pasien secara bersamaan, kapasitas pelayanan kesehatan pasti tidak akan mencukupi,” katanya.

    Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai gangguan kesehatan lain yang dapat dipengaruhi kondisi lingkungan, seperti diare, gatal-gatal, maupun alergi akibat paparan debu.

    Masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri dan makanan, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

    “Karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan menjaga kebersihan makanan,” ujarnya.

    Dinkes Kaltim juga meminta masyarakat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara. Ketika udara masuk kategori berbahaya, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi dan masyarakat lebih banyak berada di dalam rumah.

    Sementara pada kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker.

    Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel berukuran kecil, termasuk PM2,5 dan PM10.

    Jaya menegaskan, pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan dampak kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Pemerintah terus melakukan pemantauan, mitigasi, sosialisasi, dan edukasi agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sebelum kondisi kesehatan memburuk.

    Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah lonjakan kasus sekaligus menjaga agar fasilitas pelayanan kesehatan tetap mampu menangani masyarakat yang membutuhkan.

     

    Dinkes Kaltim ISPA Jaya Mualimin karhutla Kualitas Udara
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Samarinda Siapkan Pembelajaran Daring

    September 4, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026

    Sehat Tak Cukup dengan Olahraga, Udara yang Dihirup Juga Harus Dijaga

    September 3, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Dinkes Belum Wajibkan Masker dan Pantau PM2.5

    September 2, 2026

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    September 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    R’syaSeptember 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Budiman Tahir, akademisi sekaligus Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengapresiasi…

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026

    Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Samarinda Siapkan Pembelajaran Daring

    September 4, 2026

    Pemkot Satukan Data Proyek Pembangunan dalam Satu Sistem Digital

    September 4, 2026
    1 2 3 … 3,320 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.