Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Empat Tersangka Pencurian Kabel Samarinda, Kerugian Pemkot Capai Rp72 Juta

    Oktober 28, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Sehat Tak Cukup dengan Olahraga, Udara yang Dihirup Juga Harus Dijaga
    Kesehatan

    Sehat Tak Cukup dengan Olahraga, Udara yang Dihirup Juga Harus Dijaga

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 3, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, saat memberikan keterangan kepada awak media. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap bugar. Namun, di tengah kualitas udara Samarinda yang sedang memburuk, kebiasaan berolahraga di luar rumah perlu kembali dipertimbangkan.

    Alih-alih membuat tubuh semakin sehat, aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat justru membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap udara yang mereka hirup.

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan jenis dan intensitas olahraga, tetapi juga kondisi lingkungan sebelum memulai aktivitas fisik.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda Suwarso mengatakan, masyarakat sebenarnya dapat memantau kualitas udara secara mandiri. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan di luar atau dialihkan ke dalam rumah.

    “Kondisi kualitas udara itu kan siapapun bisa mengakses. Kemudian idealnya tanpa diperingatkan pemerintah pun dia sudah bisa mengukur. Bahwa ini kualitas udara baik atau buruk,” ujarnya.

    Menurut Suwarso, kondisi kualitas udara cenderung berubah sepanjang hari. Udara pada pagi hari relatif lebih baik, sementara memasuki siang hingga sore hari kualitasnya dapat mengalami penurunan.

    Kondisi tersebut membuat masyarakat yang ingin tetap menjaga kebugaran perlu lebih cermat memilih waktu maupun lokasi berolahraga.

    Ketika kualitas udara sedang tidak baik atau masuk kategori tidak sehat, aktivitas fisik di luar ruangan disarankan untuk sementara dialihkan ke dalam rumah.

    “Kalau kualitas udaranya sedang tidak baik atau tidak sehat, ya aktivitas warganya dalam rumah dulu deh. Treadmill misalnya gitu ya,” katanya.

    Imbauan ini menjadi semakin relevan setelah hasil pemantauan kualitas udara di Taman Segiri, Jalan Harmonika, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, menunjukkan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 102 pada Rabu, 2 September 2026 pukul 13.00 Wita.

    Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Kondisi udara juga tidak selalu sama sepanjang hari. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda sebelumnya menyebut kadar partikulat mulai meningkat sekitar pukul 12.00 hingga malam hari, setelah kondisi pada pagi hari cenderung berada pada kategori sedang.

    Artinya, bagi warga yang menjadikan lari, bersepeda, berjalan kaki, atau aktivitas fisik lainnya sebagai rutinitas, memilih waktu olahraga menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan.

    Suwarso pun mendorong masyarakat tidak menunggu pemerintah mengeluarkan peringatan untuk mulai memperhatikan kualitas udara.

    “Jadi untuk kepentingan kesehatan, dia harusnya bisa membatasi. Kualitas udara itu melihatan kan, lalu bisa kita pantau per 30 menit,” ujarnya.

    Dengan pemantauan tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas ketika kualitas udara memburuk. Olahraga tetap dapat dilakukan, tetapi tempat dan waktunya perlu disesuaikan.

    Sebab, menjaga kesehatan bukan hanya soal seberapa sering tubuh bergerak, tetapi juga memperhatikan kualitas udara yang masuk ke dalam tubuh selama aktivitas berlangsung.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    DPPKB Samarinda Sampaikan Capaian Program dan Kegiatan SAPA KB

    Oktober 27, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Empat Tersangka Pencurian Kabel Samarinda, Kerugian Pemkot Capai Rp72 Juta

    AminahOktober 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian dan perusakan…

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026

    Kemiskinan Kaltim Masih 5,14 Persen, Angka di Desa Hampir Dua Kali Lipat Kota

    Oktober 28, 2026

    Kelurahan Bantuas Serah Terimakan Hasil Pembangunan Probebaya 2026, Dorong Manfaat bagi Warga

    Oktober 28, 2026
    1 2 3 … 3,412 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.