Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Sekadar Penghargaan, Andi Harun Ingin ASN Award Bentuk Budaya Kinerja

    September 3, 2026

    Tarik Ulur Cabor Berakhir, Porprov Kaltim VIII Tetapkan 59 Cabor

    September 3, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah
    Pendidikan

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, saat ditemui awak media pada Rabu, 2/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum memutuskan untuk meliburkan sekolah di tengah memburuknya kualitas udara. Pemkot masih melakukan kajian bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menentukan langkah paling efektif melindungi pelajar.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan indeks kualitas udara Samarinda telah berada di angka sekitar 100 dan masuk kategori tidak sehat. Hal itu disampaikan Neneng saat ditemui di Kantor BPBD Kota Samarinda, Jalan Sentosa, Rabu, 2 September 2026.

    “Kita masih analisa. Kalau yang paling banyak kejadian itu Palaran dengan Sambutan. Tapi sejauh ini masih dalam kadar yang bisa ditoleransi,” ujar Neneng.

    Menurutnya, opsi meliburkan sekolah memang sempat dibahas, terutama untuk wilayah yang paling terdampak. Namun, keputusan tersebut tidak bisa dilakukan terburu-buru karena perlu mempertimbangkan aktivitas anak selama berada di luar sekolah.

    Neneng menilai, ketika siswa tetap berada di sekolah, aktivitas mereka relatif lebih mudah dikontrol. Sebaliknya, jika sekolah diliburkan, belum tentu seluruh orang tua dapat mengawasi anak agar tetap berada di rumah ketika kualitas udara memburuk.

    “Kalau misalnya kita liburkan, apakah orang tua benar-benar bisa mengawasi anaknya tidak ke mana-mana? Kalau di sekolah kan lebih terkontrol,” katanya.

    Karena itu, untuk sementara pelajar yang tetap menjalani aktivitas pembelajaran di sekolah dianjurkan menggunakan masker. Pemkot juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan kebijakan selanjutnya berdasarkan perkembangan kualitas udara.

    “Yang jelas pakai masker itu baik untuk keadaan sekarang,” tegasnya.

    Selain pelajar, Neneng mengimbau masyarakat Samarinda mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kondisi kurang baik. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar juga diminta menggunakan masker.

    Ia secara khusus menyoroti aktivitas olahraga di luar ruangan, termasuk kebiasaan masyarakat bersepeda dan jogging pada malam hari. Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan waktu ketika kadar pencemaran udara meningkat.

    “Dari jam 2 itu biasanya kadar pencemaran udara itu naik. Jadi dikurangilah dulu,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Pemkot juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memperburuk kondisi udara.

    Terkait dugaan pembakaran lahan, Neneng menyebut enam orang telah diamankan dan menjalani proses hukum di kepolisian. Ia mengatakan, sebagian pembakaran dilakukan untuk kepentingan pertanian, namun pelaku dinilai tidak memahami kondisi angin dan potensi api meluas.

    Pemkot Samarinda meminta masyarakat bersama-sama menjaga kondisi lingkungan selama masa kekeringan dan kualitas udara belum kembali membaik.

     

    karhutla Kualitas Udara Neneng Chamelia Santi Sekda Samarinda Sekolah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Sehat Tak Cukup dengan Olahraga, Udara yang Dihirup Juga Harus Dijaga

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Dinkes Belum Wajibkan Masker dan Pantau PM2.5

    September 2, 2026

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    September 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Sekadar Penghargaan, Andi Harun Ingin ASN Award Bentuk Budaya Kinerja

    Andika SaputraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ingin Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berhenti…

    Tarik Ulur Cabor Berakhir, Porprov Kaltim VIII Tetapkan 59 Cabor

    September 3, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026

    Sehat Tak Cukup dengan Olahraga, Udara yang Dihirup Juga Harus Dijaga

    September 3, 2026

    Piutang Daerah Jadi Perhatian, DJKN Dorong Penagihan Lebih Efektif untuk Perkuat Ekonomi

    September 3, 2026
    1 2 3 … 3,317 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.