Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan
    Pemerintah

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, saat diwawancarai awak media pada Rabu, 2/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar untuk menangani dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tepian.

    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Neneng Chamelia Shanti saat ditemui di Kantor BPBD Kota Samarinda, Jalan Sentosa, Rabu, 2 September 2026.

    Neneng mengatakan, penanganan dampak kekeringan sebenarnya telah dilakukan Pemkot Samarinda sebelum status tanggap darurat ditetapkan. Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk mengantisipasi persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca kering.

    “Kalau upaya sudah dari kemarin. Sebelum ditetapkan masa tanggap darurat itu, kami sudah memitigasi apa-apa yang perlu kita antisipasi terkait dengan masalah kekeringan ini,” ujar Neneng.

    Pemkot Samarinda kemudian menetapkan masa tanggap darurat kekeringan mulai 25 Agustus hingga 7 September 2026.

    Menurut Neneng, rapat yang digelar bersama jajaran terkait salah satunya membahas pemanfaatan anggaran BTT. Rencana kebutuhan belanja (RKB) untuk penanganan kondisi darurat tersebut telah disusun dan selanjutnya diarahkan agar penggunaannya dapat dilakukan secara maksimal serta dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

    “Pak Wali sudah menetapkan dari tanggal 25 sampai dengan tanggal 7 September nanti, itu adalah masa tanggap darurat,” katanya.

    Ia menjelaskan, total anggaran BTT yang disiapkan mencapai Rp2,5 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan kekeringan, termasuk hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

    “Rp2,5 miliar itu untuk seluruh OPD yang terlibat dalam tim, jadi sampai ke kelurahan dan kecamatan,” jelasnya.

    Salah satu perhatian utama Pemkot Samarinda saat ini ialah pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kondisi kekeringan turut berdampak terhadap operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) yang harus menerapkan sistem buka-tutup atau on-off ketika parameter kualitas air berada di atas batas aman.

    Neneng menyebut, berdasarkan laporan PDAM, sebagian besar IPA telah kembali beroperasi. Namun, IPA Bantuas masih menerapkan sistem on-off karena kondisi air yang belum sepenuhnya memenuhi parameter aman.

    Pemkot juga mempertimbangkan kondisi geografis Bantuas yang menyulitkan distribusi air bersih. Karena itu, pengoperasian IPA pada kondisi tertentu tetap dimungkinkan dengan ketentuan air tidak digunakan untuk konsumsi seperti minum dan memasak, melainkan hanya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

    Pemkot Samarinda berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung.

     

    Belanja Tidak Terduga (BTT) Neneng Chamelia Santi Pemkot Samarinda Sekda Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026

    TPT Kaltim Turun Tipis, Pengangguran Tertinggi Didominasi Lulusan SMP

    September 9, 2026

    BNPB Siapkan Helikopter Waterbombing, 176 Karhutla Terjadi di Samarinda

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.