Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Dinkes Belum Wajibkan Masker dan Pantau PM2.5

    September 2, 2026

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    September 2, 2026

    GPM TVRI Kaltim Jadi Ruang Belanja Hemat, Tekan Beban Pengeluaran Masyarakat

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Dinkes Belum Wajibkan Masker dan Pantau PM2.5
    Kesehatan

    Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Dinkes Belum Wajibkan Masker dan Pantau PM2.5

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana kegiatan koordinasi penanganan dampak kebakaran lahan yang berlangsung di Kantor BPBD Kaltim, Jalan Sentosa, Samarinda, Rabu, 2/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda meningkatkan pemantauan terhadap kondisi kualitas udara menyusul meningkatnya kadar partikulat PM2.5 yang diduga berkaitan dengan kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

    Hal tersebut disampaikan dalam koordinasi penanganan dampak kebakaran lahan yang berlangsung di Kantor BPBD Kaltim, Jalan Sentosa, Samarinda, Rabu, 2 September 2026.

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Samarinda Melliyani Agustin mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memantau perkembangan kualitas udara, terutama pada pagi dan siang hari.

    Menurutnya, kondisi kualitas udara saat ini masih bersifat fluktuatif. Pada pagi hari, kualitas udara cenderung berada pada kategori sedang, namun mengalami peningkatan kadar partikulat mulai sekitar pukul 12.00 hingga malam hari.

    “Masker dianjurkan dipakai apabila beraktivitas di luar ruangan. Kalau dalam ruangan masih belum (diwajibkan), karena yang terdampak sementara ini yang di luar,” ujarnya.

    Dinkes, lanjut Melliyani, belum merekomendasikan penggunaan masker secara wajib karena kondisi kualitas udara masih berubah-ubah. Namun, apabila kadar PM2.5 terus meningkat dan tidak menunjukkan penurunan dalam beberapa hari ke depan, kebijakan tersebut akan kembali dievaluasi.

    Hal serupa berlaku untuk aktivitas pembelajaran di sekolah. Dinkes belum merekomendasikan pembelajaran dari rumah karena kondisi udara dinilai belum berada pada tingkat yang mengharuskan langkah tersebut.

    “Kalau memang hasilnya sudah berbahaya atau sangat tidak sehat, nanti akan kita sampaikan anjuran mungkin anak sekolah untuk sekolah di rumah,” jelasnya.

    Melliyani juga mengingatkan masyarakat bahwa PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat halus sehingga dapat menembus masker biasa. Karena itu, penggunaan masker tetap dianjurkan bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

    Di sisi lain, Dinkes telah meminta Puskesmas melalui petugas kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, dan surveilans untuk tetap siaga mengantisipasi dampak kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

    Sementara itu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya DLH Samarinda, Tri Ayu Wulandari, mengatakan pihaknya terus melakukan pengukuran kualitas udara di sejumlah titik yang berpotensi terdampak kebakaran lahan.

    Pemantauan sebelumnya dilakukan di wilayah Bantuas dan pada Rabu, 2 September 2026 dilanjutkan di Makroman. Petugas juga melakukan pembagian masker ke sejumlah sekolah terdampak di kedua wilayah tersebut.

    Tri Ayu menyebut hasil pemantauan alat Air Quality Monitoring System (AQMS) di Taman Segiri Samarinda menunjukkan angka sekitar 100 untuk parameter PM2.5. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara yang perlu diwaspadai.

    Pemantauan juga dilakukan menggunakan alat monitoring di Bandara APT Pranoto milik BMKG. Data kualitas udara akan terus diperbarui karena alat AQMS melakukan pembacaan hampir setiap 30 menit.

    DLH, kata Tri Ayu, akan memperluas pemantauan ke sejumlah titik lain dengan mengacu pada peta lokasi kebakaran dari BPBD, khususnya wilayah yang mengalami banyak kejadian kebakaran lahan.

    Masyarakat pun diimbau mengikuti perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

    Dinkes Samarinda karhutla Kualitas Udara Melliyani Agustin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    September 2, 2026

    Cegah Karhutla, Mabes TNI Kerahkan 70–80 Personel Penyuluh ke Sembilan Wilayah Kaltim

    September 2, 2026

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    September 1, 2026

    Luruskan Mitos Medis, Ini Bahaya Plastik Panas hingga Refleks Pencernaan

    September 1, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Istri Wagub Kaltim Bagikan 500 Masker dan Siapkan Bantuan Relawan

    Agustus 31, 2026

    Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Pembangunan Empat Fasilitas Kesehatan di Samarinda

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Dinkes Belum Wajibkan Masker dan Pantau PM2.5

    Ratu ArifanzaSeptember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda meningkatkan pemantauan terhadap kondisi kualitas udara menyusul meningkatnya…

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    September 2, 2026

    GPM TVRI Kaltim Jadi Ruang Belanja Hemat, Tekan Beban Pengeluaran Masyarakat

    September 2, 2026

    Dapat Anggaran Tambahan, Penetapan Cabor dan Nomor Tanding Porprov Segera Diputuskan

    September 2, 2026

    Cegah Karhutla, Mabes TNI Kerahkan 70–80 Personel Penyuluh ke Sembilan Wilayah Kaltim

    September 2, 2026
    1 2 3 … 3,314 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.