Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menambah anggaran pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kabupaten Paser sebesar Rp2,5 miliar. Penambahan tersebut dilakukan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan operasional penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading mengatakan, anggaran awal Porprov telah dialokasikan sebesar Rp20 miliar. Namun, setelah mempertimbangkan kebutuhan tuan rumah dan insan olahraga, pemerintah memutuskan memberikan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan.
“Anggaran Porprov ini tadinya hanya Rp20 miliar. Tapi atas perhatian Bapak Gubernur Kaltim, insan olahraga dan termasuk tuan rumah minta untuk ditambahkan. Alhamdulillah kita sudah tambahkan Rp2,5 miliar,” ujar Rasman saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan operasional, termasuk honor tenaga kesehatan, kebersihan, serta pengadaan peralatan yang belum dimiliki sejumlah cabang olahraga (cabor).
Di sisi lain, Rasman menyebut kepastian jumlah cabor dan nomor tanding yang akan dipertandingkan masih menunggu keputusan Panitia Besar (PB) Porprov sebagai tuan rumah. Pemprov Kaltim sebelumnya mendorong agar 64 cabor dapat dipertandingkan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan PB.
“Kita sudah minta kepada PB, Ketua Umum PB, agar cabor yang dipertandingkan sesegera mungkin diputuskan,” katanya.
Rasman menegaskan, pihaknya tidak ingin memaksakan seluruh 64 cabor apabila kondisi tuan rumah belum memungkinkan. Sebab, jumlah cabor dan nomor tanding berkaitan langsung dengan kesiapan teknis maupun kebutuhan pendanaan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim H. Anderiy Syachrum menambahkan, KONI tetap mengusulkan agar 64 cabor dapat dipertandingkan dalam Porprov Paser. Namun, keputusan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan PB sebagai penyelenggara.
“Kita dari KONI dari awal minta agar 64 cabor itu tetap dipertandingkan. Tapi tergantung dari kesiapan mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, KONI tidak ingin memaksakan jumlah cabor apabila pada akhirnya justru menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan. PB dinilai lebih mengetahui kondisi lapangan serta kesiapan fasilitas dan pendanaan masing-masing cabor.
Anderiy juga menyebut pembahasan mengenai rencana Porprov digelar dua tahun sekali telah disampaikan kepada Gubernur Kaltim. Menurutnya, gubernur memberikan dukungan kuat terhadap percepatan dan kemajuan olahraga di Kaltim.
“Untuk kemajuan olahraga beliau sangat semangat, sangat mendukung sekali,” katanya.
Sementara itu, terkait proses persiapan Porprov yang memasuki September, Rasman memastikan sejumlah tahapan tetap berjalan. Tim pengabsahan disebut mulai bekerja, meski pelaksanaannya tetap menyesuaikan proses APBD Perubahan. Persiapan infrastruktur juga terus dilakukan secara paralel menjelang pelaksanaan Porprov di Paser.

