Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Oktober 16, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini
    Samarinda

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 15, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih saat memberikan keterangan kepada awak media.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menanggapi isu peningkatan kasus HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TBC) dengan menekankan lonjakan angka tidak selalu mencerminkan memburuknya kondisi, melainkan hasil dari sistem deteksi dini yang semakin optimal.

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih menjelaskan HIV dan TBC merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah pusat, sehingga penanganannya menjadi prioritas utama di seluruh daerah.

    “Dua penyakit ini memang masuk dalam indikator SPM. Tantangan terbesar bukan hanya pada pengobatan, tapi pada penemuan kasus secara dini,” ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.

    Menurutnya, peningkatan jumlah kasus yang tercatat justru menunjukkan keberhasilan sistem surveilans dalam menemukan pasien lebih cepat. Dengan deteksi yang lebih awal, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan dapat ditekan.

    “Jangan langsung diasosiasikan angka yang tinggi itu buruk. Bisa jadi karena kita lebih cepat menemukan kasus, sehingga bisa lebih cepat juga mengobati,” jelasnya.

    Ia menambahkan, capaian Samarinda dalam penanganan TBC bahkan telah melampaui target nasional. Persentase penemuan kasus TBC di kota ini tercatat di atas 70 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang masih di bawah angka tersebut.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari kinerja sistem surveilans kesehatan yang dinilai unggul. Bahkan, pada tahun lalu Samarinda meraih penghargaan sebagai daerah dengan surveilans terbaik di Kaltim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Prestasi tersebut juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu tenaga surveilans dari Dinkes Samarinda mendapatkan kesempatan mengikuti program pembelajaran surveilans di Jepang selama dua bulan.

    “Itu bentuk apresiasi karena kerja surveilans kita dinilai bagus. Bahkan hanya beberapa daerah saja yang mendapat kesempatan tersebut,” ungkapnya.

    Dengan penguatan deteksi dini dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Dinkes Samarinda optimistis pengendalian HIV dan TBC dapat terus ditingkatkan, sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Ratu ArifanzaOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra menyoroti persoalan administrasi pembebasan…

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Sri Puji Ungkap Kendala Pendidikan Loa Kumbar, dari MBG hingga Tunjangan Guru

    Oktober 16, 2026

    Perkara Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar, Saksi Ungkap Verifikasi Izin Hanya Periksa Administrasi

    Oktober 16, 2026
    1 2 3 … 3,389 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.