Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Hilangnya Balita Empat Tahun, PAUD Dinilai Lemah Dalam Pengawasan
    Daerah

    Hilangnya Balita Empat Tahun, PAUD Dinilai Lemah Dalam Pengawasan

    AdminBy AdminNovember 25, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Muhammad – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Seorang balita berusia empat tahun yang dikabarkan hilang pada Jum’at (22/11/2019) sore, hingga saat ini masih belum bisa ditemukan. Balita ini hilang saat dititipkan di sebuah yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pihak orang tua pun sudah melaporkan hal ini kepada kepolisian sektor Samarinda Ulu.
    Yusuf Ahmad Gazali balita berumur empat tahun ini hilang saat dititipkan di Paud Jannatul Athfaal Yayasan Jannatul Athfaal, Jalan AW Syahranie, RT 12, Blok Mawar, No 11, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Balita dari pasangan Bambang Sulistiyo (37) dan Melisari (30) warga Jalan Perum Ratindo 7, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, sejak tanggal 11 November lalu.
    Saat dikabarkan pihak PAUD perihal anak bungsunya itu, Meli mendadak lemas dan langsung meninggalkan pekerjaannya menuju Paud Jannatul Athfaal. Anaknya memang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, sehingga kedua orang tua Yusuf sepakat menitipkan dan menyekolahkan di PAUD tersebut.
    “Saya dikabari anak saya hilang, anak saya susah berbicara, jadi saya sekolahkan disana,” jelasnya singkat kepada Insitekaltim.com (25/11/2019).

    Berbagai dugaan muncul saat Yusuf dikabarkan menghilang, mulai dari penculikan hingga terjatuh di parit akibat dari kelalaian pengasuh saat mengawasinya. Sejumlah relawan juga sempat terlihat memadati jalan AW Syahranie Jum’at malam dan berlanjut hingga saat ini mencari keberadaan Yusuf. Dirasa tak membuahkan hasil, pihak orang tua lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Samarinda Ulu.
    Ayah balita malang tersebut, Bambang juga menjelaskan, saat kejadian ada dua pengasuh yang menjaga tujuh anak termasuk Yusuf, satu pengasuh sedang pergi ke toilet sedangkan satu lainnya membuat susu untuk anak-anak. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai ojek daring (online) tersebut merasa dirugikan pihak yayasan dan oknum yang memanfaatkan momen atas kejadian yang menimpanya.
    “Saya mendapatkan rekomendasi dari teman soal yayasan itu, anaknya dari tidak bisa bicara sampai bisa,” ucapnya.
    “Beberapa ada yang kasih kabar tapi kabarnya nggak benar, tolong lah jangan malah memanfaatkan, ini masalah nyawa anak saya,” tambahnya lagi.
    Sementara itu, ditemui terpisah, Lukman (40) paman Yusuf menduga kuat bahwa keponakannya itu menjadi korban penculikan. Asumsi ini diperkuat dengan keterangan seorang nenek disekitar Paud Jannatul Athfaal yang sempat berbicara dengannya.
    “Kami yakin diculik, nggak mungkin keseret banjir, jarak parit dan paud itu jauh, kalau terseret banjir, jenazahnya pasti ketemu saat dicari kemarin,” jelasnya.
    Dirinya melanjutkan, saat ini pihak keluarga besar pun telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencarian. Dan tidak akan berhenti hingga Yusuf ditemukan. Selain itu, pihak keluarga juga akan menuntut pihak yayasan, lantaran keponakannya hilang disaat jam pengawasan sedang berlangsung, bukan saat jam pulang.
    “Semua upaya sudah kami lakukan dan semua masyarakat, ormas, serta instansi-instansi terkait seperti dishub, kominfo, dinsos dan dinas-dinas terkait perlindungan anak termasuk kepolisian juga membantu,” lanjut Lukman.
    “Iya, anak kami ini hilang saat jam asuh, bukan saat pulang, artinya ini kelalaian dari yayasan yang seharusnya dijaga malah sampai kayak gini,” tambahnya.
    Pihak Kepolisian saat dikonfirmasi terkait hilangnya balita empat tahun ini, Kapolsek Samarinda Ulu melaui Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya balita 4 tahun itu, termasuk memanggil empat saksi yaitu dua pengasuh, kepala PAUD dan warga sekitar tempat kejadia perkara (TKP).
    “Kami masih kami selidiki dan belum bisa kami pastikan anak ini diculik, fokus ke pencarian dulu. Sudah ada 4 saksi yang dimintai keterangan dan kami masih lakukan pendalaman lagi,” tutupnya (25/11/2019).

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    TAG Kaltim Digugat ke PTUN Samarinda, Persoalkan Jumlah dan Anggaran Rp10,7 Miliar

    Juni 11, 2026

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    Juni 6, 2026

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026

    Polisi Ringkus Residivis Pembobol Rumah di Samarinda, Uang Rp85 Juta hingga Emas Logam Mulia Digondol

    Juni 4, 2026

    PTTUN Jakarta Menangkan Kubu Teguh Sumarno, PGRI Kaltim Minta Konflik Internal Disudahi

    Juni 1, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    R’syaJuni 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan orang tua harus berperan aktif…

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026

    Skateboard Makin Diminati, KIS Kaltim Buka Ruang bagi Pemula

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.