Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Hilangnya Balita Empat Tahun, PAUD Dinilai Lemah Dalam Pengawasan
    Daerah

    Hilangnya Balita Empat Tahun, PAUD Dinilai Lemah Dalam Pengawasan

    AdminBy AdminNovember 25, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Muhammad – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Seorang balita berusia empat tahun yang dikabarkan hilang pada Jum’at (22/11/2019) sore, hingga saat ini masih belum bisa ditemukan. Balita ini hilang saat dititipkan di sebuah yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pihak orang tua pun sudah melaporkan hal ini kepada kepolisian sektor Samarinda Ulu.
    Yusuf Ahmad Gazali balita berumur empat tahun ini hilang saat dititipkan di Paud Jannatul Athfaal Yayasan Jannatul Athfaal, Jalan AW Syahranie, RT 12, Blok Mawar, No 11, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Balita dari pasangan Bambang Sulistiyo (37) dan Melisari (30) warga Jalan Perum Ratindo 7, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, sejak tanggal 11 November lalu.
    Saat dikabarkan pihak PAUD perihal anak bungsunya itu, Meli mendadak lemas dan langsung meninggalkan pekerjaannya menuju Paud Jannatul Athfaal. Anaknya memang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, sehingga kedua orang tua Yusuf sepakat menitipkan dan menyekolahkan di PAUD tersebut.
    “Saya dikabari anak saya hilang, anak saya susah berbicara, jadi saya sekolahkan disana,” jelasnya singkat kepada Insitekaltim.com (25/11/2019).

    Berbagai dugaan muncul saat Yusuf dikabarkan menghilang, mulai dari penculikan hingga terjatuh di parit akibat dari kelalaian pengasuh saat mengawasinya. Sejumlah relawan juga sempat terlihat memadati jalan AW Syahranie Jum’at malam dan berlanjut hingga saat ini mencari keberadaan Yusuf. Dirasa tak membuahkan hasil, pihak orang tua lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Samarinda Ulu.
    Ayah balita malang tersebut, Bambang juga menjelaskan, saat kejadian ada dua pengasuh yang menjaga tujuh anak termasuk Yusuf, satu pengasuh sedang pergi ke toilet sedangkan satu lainnya membuat susu untuk anak-anak. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai ojek daring (online) tersebut merasa dirugikan pihak yayasan dan oknum yang memanfaatkan momen atas kejadian yang menimpanya.
    “Saya mendapatkan rekomendasi dari teman soal yayasan itu, anaknya dari tidak bisa bicara sampai bisa,” ucapnya.
    “Beberapa ada yang kasih kabar tapi kabarnya nggak benar, tolong lah jangan malah memanfaatkan, ini masalah nyawa anak saya,” tambahnya lagi.
    Sementara itu, ditemui terpisah, Lukman (40) paman Yusuf menduga kuat bahwa keponakannya itu menjadi korban penculikan. Asumsi ini diperkuat dengan keterangan seorang nenek disekitar Paud Jannatul Athfaal yang sempat berbicara dengannya.
    “Kami yakin diculik, nggak mungkin keseret banjir, jarak parit dan paud itu jauh, kalau terseret banjir, jenazahnya pasti ketemu saat dicari kemarin,” jelasnya.
    Dirinya melanjutkan, saat ini pihak keluarga besar pun telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencarian. Dan tidak akan berhenti hingga Yusuf ditemukan. Selain itu, pihak keluarga juga akan menuntut pihak yayasan, lantaran keponakannya hilang disaat jam pengawasan sedang berlangsung, bukan saat jam pulang.
    “Semua upaya sudah kami lakukan dan semua masyarakat, ormas, serta instansi-instansi terkait seperti dishub, kominfo, dinsos dan dinas-dinas terkait perlindungan anak termasuk kepolisian juga membantu,” lanjut Lukman.
    “Iya, anak kami ini hilang saat jam asuh, bukan saat pulang, artinya ini kelalaian dari yayasan yang seharusnya dijaga malah sampai kayak gini,” tambahnya.
    Pihak Kepolisian saat dikonfirmasi terkait hilangnya balita empat tahun ini, Kapolsek Samarinda Ulu melaui Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya balita 4 tahun itu, termasuk memanggil empat saksi yaitu dua pengasuh, kepala PAUD dan warga sekitar tempat kejadia perkara (TKP).
    “Kami masih kami selidiki dan belum bisa kami pastikan anak ini diculik, fokus ke pencarian dulu. Sudah ada 4 saksi yang dimintai keterangan dan kami masih lakukan pendalaman lagi,” tutupnya (25/11/2019).

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    FKUB Kaltim Dorong Pengurus Baru Samarinda Jadi Percontohan Kerukunan

    Agustus 11, 2026

    Jahidin Soroti Dugaan Permainan Lelang Proyek, Minta Polda dan Kejati Kaltim Turun Tangan

    Agustus 10, 2026

    Kemkomdigi Tegur YouTube usai Live Promosi Vape oleh Bigmo Libatkan Anak

    Agustus 5, 2026

    Jaringan Kalbar–Kaltim Terus Diburu, BNNP Kaltim Musnahkan Satu Kilogram Sabu

    Agustus 5, 2026

    Curanmor Dominasi Kasus Kriminal di Samarinda, Kapolresta Soroti Faktor Ekonomi

    Juli 18, 2026

    15 Tahun Menanti Sertifikat Rumah, Sengketa Nasabah dan BTN Belum Temui Titik Terang

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan…

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.