Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Pembangunan Empat Fasilitas Kesehatan di Samarinda

    Agustus 31, 2026

    ISPA Samarinda Naik 22 Persen pada Agustus, Dinkes Ingatkan Warga Waspada di Tengah Musim Kering

    Agustus 31, 2026

    Hadapi Ancaman Karhutla, Celni Ingatkan Posko Relawan Jadi Garda Terdepan

    Agustus 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Guru Makin Rentan Terjerat Persoalan Hukum, PGRI Kaltim Bentuk Lembaga Bantuan Hukum
    Pendidikan

    Guru Makin Rentan Terjerat Persoalan Hukum, PGRI Kaltim Bentuk Lembaga Bantuan Hukum

    AminahBy AminahJuni 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua PGRI Kaltim, Dr Rediyono dan Ketua LKBH, Didik Setiyawan (Dokpri)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) membentuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) sebagai langkah memberikan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.

    Ketua PGRI Kaltim Rediyono mengatakan, pembentukan LKBH merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memastikan guru mendapatkan perlindungan dan rasa aman ketika menjalankan tugas mendidik.

    Profesi guru memiliki tantangan yang semakin kompleks. Tidak hanya soal kegiatan belajar mengajar, tetapi juga persoalan disiplin siswa, kebijakan sekolah, hingga potensi konflik yang berujung pada persoalan hukum.

    “Pengurus PGRI Provinsi Kaltim yang dikukuhkan pertengahan Mei 2026 oleh Pengurus Besar PGRI di Hotel Grand Verona Samarinda kini melengkapi organisasi dengan membentuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PGRI,” ujar Rediyono kepada Insitekaltim, Senin, 29 Juni 2026.

    Ia menegaskan, guru harus dapat menjalankan tugasnya tanpa dihantui rasa takut ketika menjalankan amanah sebagai pendidik sebagaimana diatur dalam undang-undang.

    Rediyono berharap tidak ada lagi guru yang terseret persoalan hukum hanya karena menjalankan fungsi pendidikan, seperti menegakkan tata tertib atau membentuk kedisiplinan siswa.

    “Jangan sampai ada lagi guru yang diproses hukum karena menegakkan tata tertib dan disiplin murid, mengajarkan adab di sekolah, atau menjalankan tugas mendidik,” tegasnya.

    Perlindungan terhadap guru tidak hanya berkaitan dengan pendampingan hukum ketika terjadi masalah, tetapi juga mencakup kepastian karier, kesejahteraan, hingga kebijakan birokrasi yang dapat berdampak pada tenaga pendidik.

    LKBH PGRI Kaltim memiliki sejumlah fungsi, mulai dari memberikan perlindungan hukum, konsultasi hukum, hingga penyuluhan agar guru memahami hak dan kewajibannya dalam menjalankan profesi.

    “Tujuan utama LKBH PGRI adalah memberikan payung hukum, mengayomi, dan membela para guru yang menghadapi persoalan terkait profesinya,” katanya.

    LKBH PGRI Kaltim nantinya akan memberikan layanan konsultasi hukum baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi. Artinya, pendampingan tidak hanya dilakukan ketika perkara sudah masuk ke proses hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan edukasi.

    Pembentukan lembaga tersebut ditetapkan melalui Keputusan Pengurus Provinsi PGRI Kaltim Nomor 033/Kep/KTi/XXIII/2026. Dalam struktur organisasi Dr Rediyono dan Adjrin ditetapkan sebagai pembina. Sementara Ketua LKBH dipercayakan kepada Didik Setiyawan dan Sekretaris dijabat Juwaini.

    Rediyono menilai keberadaan LKBH menjadi kebutuhan penting agar guru tidak merasa berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan hukum.

    “Kita ingin guru merasa aman dalam menjalankan tugasnya. Perlindungan ini penting agar guru bisa fokus mendidik tanpa rasa cemas,” pungkasnya.

     

    Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Rediyono
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026

    Tiga Bulan Berdiri, Yose Music Samarinda Antarkan Siswa Raih Prestasi Internasional

    Agustus 29, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Pembangunan Empat Fasilitas Kesehatan di Samarinda

    Ratu ArifanzaAgustus 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Efisiensi anggaran menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk tetap…

    ISPA Samarinda Naik 22 Persen pada Agustus, Dinkes Ingatkan Warga Waspada di Tengah Musim Kering

    Agustus 31, 2026

    Hadapi Ancaman Karhutla, Celni Ingatkan Posko Relawan Jadi Garda Terdepan

    Agustus 31, 2026

    Dewan Dorong Layanan Kesehatan Naik Kelas, Fasilitas Terus Diperkuat

    Agustus 31, 2026

    Permintaan Melonjak, Produksi Air Kemasan Perumda Samarinda Bakal Ditambah

    Agustus 31, 2026
    1 2 3 … 3,309 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.