Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Distribusi BBM Disorot, Sukri Nilai Pembatasan Belum Efektif dan Pom Mini Perlu Diawasi
    Kaltim

    Distribusi BBM Disorot, Sukri Nilai Pembatasan Belum Efektif dan Pom Mini Perlu Diawasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri, saat memberi keterangan mengenai distribusi BBM (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) Mohammad Sukri menyoroti persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di daerah, yang dinilai masih belum optimal meskipun kebijakan pembatasan telah diterapkan.

    Menurutnya antrean panjang di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum berjalan efektif di lapangan.

    “Kalau antrean masih terjadi berarti sistemnya belum maksimal,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.

    Ia menilai persoalan utama bukan hanya pada pembatasan, tetapi juga pada sistem distribusi dan pengawasan yang belum sepenuhnya berjalan baik.

    Meski berbagai mekanisme telah diterapkan, kondisi di lapangan dinilai belum mengalami perubahan signifikan.

    “Secara aturan sudah ada pembatasan, tapi kenyataannya masyarakat masih harus antre panjang,” katanya.

    Sukri menegaskan pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan yang diterapkan benar-benar menyentuh akar persoalan dan tidak merugikan masyarakat, khususnya pengguna BBM harian.

    “Yang paling terdampak itu masyarakat kecil karena mereka yang merasakan langsung antrean,” tegasnya.

    Selain itu ia juga menyoroti maraknya penjualan BBM eceran atau pom mini (pomin) di berbagai titik di Samarinda dan wilayah lain di Kaltim.

    Menurutnya keberadaan pom mini tidak hanya berkaitan dengan distribusi BBM, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan.

    “Risiko kebakaran itu cukup besar jika tidak diawasi dengan baik,” ujarnya.

    Ia menilai masih banyaknya pom mini yang beroperasi menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.

    Di sisi lain upaya penertiban juga dinilai belum maksimal karena belum adanya regulasi yang kuat sebagai dasar penindakan.

    “Penertiban akan sulit kalau belum ada aturan yang jelas,” katanya.

    Menurutnya pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret, baik melalui penyusunan regulasi maupun peningkatan pengawasan, agar potensi risiko dapat diminimalkan.

    Sukri berharap pembenahan distribusi BBM dan pengawasan terhadap pom mini dapat berjalan seiring, sehingga tidak hanya mengatasi antrean, tetapi juga menjaga keselamatan masyarakat.

    “Intinya kebijakan harus tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    BBM JMSI Kaltim Mohammad Sukri Pom Mini
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Seleksi Paskibraka Kaltim 2026 Makin Ketat, 40 Peserta Terbaik, Tanpa Jatah Daerah

    Mei 4, 2026

    Seleksi Paskibraka Kaltim 2026 Dimulai, Junjung Tinggi Integritas dan Tanpa Nepotisme

    Mei 4, 2026

    Kadin Kaltim Tekankan Peran Strategis Dorong UMKM dan Kolaborasi Ekonomi

    Mei 2, 2026

    Pemerataan Jadi Tantangan Baru Gratispol dan Jospol di Kaltim

    Mei 2, 2026

    Di Balik Kematian Siswa SMK, TRC PPA Kaltim Soroti Kemiskinan Tersembunyi dan Lemahnya Pendataan Warga

    April 30, 2026

    Klarifikasi Kasus Siswa Meninggal, DP3A Kaltim: Ada Miskomunikasi dan Faktor Ekonomi Keluarga

    April 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Ratu ArifanzaMei 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana renovasi Pasar Segiri masih belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Anggota…

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.