Insitekaltim, Samarinda – Suasana menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Pasar Segiri Samarinda belum sepenuhnya menggeliat. Di tengah pemantauan harga dan stok bahan pokok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, sejumlah pedagang justru mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok penting (bapokting), Kamis, 21 Mei 2026 mengakui terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Namun kenaikan tersebut masih dalam batas yang dianggap wajar.
“Kita sidak ini untuk mengantisipasi kebutuhan bahan pokok menghadapi Lebaran Iduladha. Memang ada beberapa bahan yang naik, tetapi tidak terlalu signifikan dan masih di ambang batas normal,” ujar Saefuddin usai sidak.
Meski kondisi pasokan dinilai aman, Saefuddin menyoroti adanya penurunan konsumsi masyarakat yang mulai dirasakan para pedagang. Kondisi ekonomi membuat sebagian warga lebih berhati-hati dalam berbelanja menjelang hari besar keagamaan.
“Ada beberapa hal yang disampaikan pedagang, salah satunya konsumsi pembeli menurun. Mungkin karena kondisi keuangan masyarakat atau faktor lain, sehingga pembelian tidak sebanyak biasanya,” katanya.
Fenomena tersebut dirasakan langsung para pedagang di Pasar Segiri. Salah satunya pedagang plastik H Basri yang mengaku biaya modal usaha terus meningkat akibat kenaikan harga barang dari distributor, sementara omzet justru mengalami penurunan.
“Plastik sekarang naik semua yang sebelumnya harga Rp10 ribu sekarang jadi Rp16 ribu. Yang satu karung dulu Rp800 ribu, sekarang sudah lebih dari Rp1 juta,” ujarnya.
Kenaikan harga itu memaksa pedagang menambah modal usaha untuk menjaga stok tetap tersedia menjelang Iduladha. Namun kondisi pasar yang lesu membuat perputaran barang tidak sebanding dengan kenaikan modal yang harus dikeluarkan.
“Kalau dulu tambah modal sekitar Rp8 juta sudah cukup, sekarang harus lebih dari Rp10 juta,” katanya.
Menurut Basri, penurunan omzet terjadi karena masyarakat mulai mengurangi jumlah belanja. Pembeli disebut tetap datang ke pasar, tetapi lebih selektif dan membeli seperlunya saja.
“Pembeli sekarang mengurangi belanja. Biasanya beli banyak, sekarang seperlunya saja,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi gambaran tekanan ekonomi yang mulai dirasakan pelaku usaha kecil di pasar tradisional. Di satu sisi harga barang terus bergerak naik, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Meski demikian, Pemkot Samarinda memastikan distribusi bahan pokok menjelang Iduladha masih terkendali dan stok kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman.
Pemerintah juga mengaku akan terus memantau perkembangan harga untuk mengantisipasi lonjakan yang berpotensi membebani warga.
“Kita terus lakukan pemantauan supaya harga tetap terkendali dan masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan menjelang hari raya,” tandasnya.

