Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular
    Kesehatan

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    SittiBy SittiMay 20, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menghimbau masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai karena berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyakit menular (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengingatkan masyarakat agar tidak membuang limbah hewan kurban sembarangan, terutama ke sungai.

    Limbah pemotongan seperti darah, isi perut, hingga kotoran hewan dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyebaran penyakit menular.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, persoalan limbah kurban kerap muncul setiap momentum Iduladha, terutama di kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.

    Kebiasaan mencuci jeroan maupun membuang sisa pemotongan langsung ke sungai dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

    “Kalau kotoran sapi atau limbah pemotongan masuk ke sungai, itu bisa menyebabkan bakteri seperti E. coli menyebar ke mana-mana. Akibatnya masyarakat bisa diare dan terkena penyakit lainnya,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.

    Pengelolaan limbah kurban harus menjadi perhatian bersama, baik panitia pemotongan maupun masyarakat umum. Apalagi saat Iduladha, aktivitas penyembelihan hewan meningkat drastis dalam waktu singkat.

    Selain persoalan limbah, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pemotongan dan pengolahan daging kurban agar tidak menimbulkan kontaminasi bakteri.

    “Proses pemotongan harus sesuai prosedur. Darahnya harus keluar semuanya karena darah itu berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik,” katanya.

    Pencacahan daging sebaiknya tidak dilakukan langsung di tanah, melainkan menggunakan meja atau alas yang bersih untuk menjaga higienitas produk pangan yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

    “Ketika melakukan pencacahan daging itu tidak boleh di tanah, tapi di meja,” tegasnya.

    Pemerintah juga meminta penggunaan kantong plastik untuk distribusi daging memperhatikan faktor keamanan pangan. Plastik yang digunakan sebaiknya transparan dan tidak mengandung bahan berbahaya.

    Selain itu, distribusi daging kurban diminta dilakukan secepat mungkin agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak membusuk akibat penyimpanan terlalu lama.

    “Jangan sampai dibiarkan terlalu lama sampai busuk karena itu juga bisa membahayakan kesehatan,” katanya.

    Tak hanya limbah, Dinkes bersama Dinas Peternakan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang masuk ke Kaltim.

    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun antraks.

    “Nanti semua ternak yang dijadikan kurban akan diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. Yang jelas syaratnya sehat dan sudah diskrining,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    July 24, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    July 23, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    July 22, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    July 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    July 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.