Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    September 25, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut
    Ekonomi

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    IraBy IraSeptember 25, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Distribusi Beras Bantuan Pangan ke Mahulu Terkendala Medan Sulit (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya Long Apari dan Long Pahangai masih menghadapi tantangan distribusi.

    Kondisi medan yang sulit dan debit sungai yang menurun membuat pengiriman beras harus melalui beberapa moda transportasi sebelum tiba di masyarakat.

    Kepala Kanwil Bulog Kalimantan Timur-Utara (Kaltimtara) Musazdin Said mengatakan, sekitar dua pekan lalu pihaknya kembali mendukung distribusi cadangan pangan pemerintah daerah ke wilayah tersebut. Total beras yang dikeluarkan mencapai sekitar 54 ton.

    “Kurang lebih dua minggu yang lalu, kami melayani untuk stoknya. Memang itu merupakan cadangan pangan pemerintah daerah yang dititipkan ke Bulog. Ini yang dikeluarkan kurang lebih sekitar 54 ton,” kata Musazdin di Samarinda, Rabu, 23 September 2026.

    Menurutnya, proses pengiriman bantuan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Distribusi tidak bisa dilakukan dengan satu moda transportasi karena kondisi akses menuju Long Apari dan Long Pahangai cukup sulit.

    Pengiriman harus dilakukan secara bertahap, mulai dari armada darat, kemudian dilanjutkan melalui jalur sungai, sebelum kembali dipindahkan ke kendaraan berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah tujuan.

    “Memang menggunakan banyak moda. Ada armada darat, kemudian melalui sungai, kemudian dipindahkan lagi ke mobil-mobil dobel kabin yang jumlahnya lebih sedikit,” ujarnya.

    Kondisi sungai yang sedang mengalami penyusutan debit turut menjadi kendala. Kapasitas angkutan sungai menjadi terbatas sehingga beras harus dibawa dalam jumlah yang lebih sedikit pada setiap perjalanan.

    Musazdin menjelaskan, akses darat menuju kedua wilayah tersebut juga belum sepenuhnya tersambung. Karena itu, proses distribusi masih mengandalkan kombinasi jalur darat dan sungai dengan beberapa kali pemindahan barang.

    Sebenarnya.kata dia, beras dalam jumlah lebih besar dapat dikirim sekaligus. Namun, banyaknya moda transportasi yang dibutuhkan membuat biaya distribusi menjadi tinggi.

    “Memang dibatasi oleh pemerintah daerah karena ada keterbatasan anggaran juga,” jelasnya.

    Karena keterbatasan tersebut, distribusi 54 ton beras tidak seluruhnya diarahkan sekaligus ke Long Apari maupun Long Pahangai. Pemerintah daerah bersama pihak terkait menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

    Penyaluran diprioritaskan kepada masyarakat yang dinilai paling membutuhkan, terutama warga yang mata pencahariannya masih berada dalam kondisi ekonomi rentan.

    “Itu berdasarkan laporan daripada kelurahan atau desa yang ada di sana bahwa yang sangat membutuhkan dulu yang menjadi prioritas,” katanya.

    Menurut Musazdin, pembangunan gudang distribusi di wilayah-wilayah tersebut menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyaluran bantuan sekaligus menekan biaya angkutan.

    Gudang tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai gudang produksi, sebab wilayah seperti Long Apari dan Long Pahangai bukan merupakan sentra produksi padi yang menjadi sumber penyerapan Bulog.

    Fungsinya lebih diarahkan sebagai titik distribusi untuk mendekatkan stok pangan dengan masyarakat.

    Pembangunan gudang tersebut menggunakan anggaran pemerintah. Rencana itu merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membangun titik-titik gudang pangan di berbagai wilayah Indonesia.

    “Memang ini instruksi dari Bapak Presiden untuk ada nanti rencana 100 titik di seluruh Indonesia,” katanya.

    Keberadaan gudang distribusi di wilayah pedalaman diharapkan dapat mengurai persoalan biaya sekaligus mempercepat distribusi bantuan pangan. Beras tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang dari gudang utama dengan banyak tahapan pemindahan.

    “Penambahan jumlah itu jadi solusi percepatan. Itu mengurai cost, kemudian kecepatan distribusi yang memang harus segera kita lakukan intervensi,” jelas Musazdin.

    Sementara itu, untuk bantuan pangan berikutnya ke wilayah Mahulu Musazdin mengatakan proses pengiriman saat ini masih berlangsung. Bantuan tersebut belum seluruhnya diterima masyarakat karena sebagian beras masih dalam perjalanan menuju wilayah tujuan.

    “Memang nanti untuk yang langsung diterima masyarakat ini masih perlu waktu lagi karena masih semuanya baru 30 persen yang diterima, 70 persennya lagi masih on the way,” pungkasnya.

    Bantuan Pangan Beras Bulog Kaltim Kanwil Bulog Kanwil Kaltara Musazdin Said
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Pemadaman Listrik Ancam Aktivitas Dagang, Pemkot Siapkan Genset di Pasar Pagi

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    Distribusi Pangan Terkendala Armada dan Antrean Solar, Gudang Baru Disiapkan di Sejumlah Daerah

    September 23, 2026

    Karhutla Tekan Aktivitas Ekonomi, BI Salurkan Bantuan Rp2,97 Miliar ke Tujuh Provinsi

    September 23, 2026

    Syarifah Suraidah Salurkan Bantuan Pangan di Samarinda, 54.636 Penerima di Kota Tepian

    September 22, 2026

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    IraSeptember 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya…

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,363 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.