Insitekaltim, Samarinda – Harapan mengurai kemacetan di kawasan Gunung Manggah hingga Jalan Sultan Alimuddin kini bergantung pada hasil penilaian akhir kelayakan Terowongan Samarinda.
Megaproyek Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda itu telah menjalani pemeriksaan teknis sebagai bagian dari proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Namun, terowongan belum dapat dioperasikan sebelum rekomendasi akhir tim ahli Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diterbitkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, pemeriksaan tidak berhenti pada pengecekan lapangan. Tim pendahuluan telah berada di Samarinda selama sekitar dua pekan untuk melakukan pemeriksaan dan meminta sejumlah data teknis.
“Dari tim pendahulu itu kemarin dua minggu ada di Samarinda. Ini tinggal rapat, ada yang via Zoom, ada juga yang langsung,” kata Neneng, Kamis 24 September 2026.
Menurut Neneng, seluruh catatan dari pemeriksaan tersebut telah ditindaklanjuti Pemkot Samarinda. Termasuk sejumlah masukan teknis terkait fasilitas di dalam terowongan.
Namun, tidak seluruh catatan harus diselesaikan dengan penambahan fasilitas. Beberapa poin dapat dipenuhi melalui penjelasan dan data teknis yang diminta tim.
“Ada evaluasi, dia menyampaikan daftar rinciannya, itu semua sudah ditindaklanjuti. Jadi tidak semua harus ditambahkan, tapi ada penjelasan dari kita, di-ACC sudah,” ujarnya.
Tahapan yang tersisa kini berada pada rapat dan penilaian tim ahli. Pemkot Samarinda masih berkoordinasi mengenai jadwal keluarnya rekomendasi tersebut.
Neneng menyebut proses penjadwalan juga menyesuaikan agenda tim ahli yang menangani penilaian sejumlah terowongan di daerah lain.
“Ini masih kita komunikasikan dengan tim ahlinya, karena tim ahlinya ini khusus. Jadi kita ini hanya terkait dengan jadwal penyampaian,” jelasnya.
Kondisi itu membuat target penyelesaian proses kelayakan yang sebelumnya diproyeksikan pada September berpotensi bergeser. Meski begitu, Pemkot Samarinda belum mengubah target pengoperasian terowongan pada akhir tahun.
“Masih, kita tetap optimis,” kata Neneng.
Ia menegaskan sejauh ini tidak ada kendala yang menghentikan proses evaluasi. Seluruh hal yang ditanyakan tim, menurutnya, telah dapat dikonfirmasi oleh Pemkot Samarinda.
“Sejauh ini apa yang ditanyakan itu semua sudah terkonfirmasi, bisa kita konfirmasi, bisa kita jawab,” jelasnya.

