Insitekaltim, Samarinda – Pemadaman listrik berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi di sejumlah pasar di Kota Samarinda, terutama Pasar Pagi yang memiliki aktivitas perdagangan hingga sore hari. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan genset sebagai solusi agar kegiatan perdagangan tetap berjalan ketika terjadi pemadaman listrik.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, Pasar Pagi menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena aktivitas perdagangan di kawasan tersebut berlangsung lebih panjang dibandingkan sejumlah pasar lainnya.
Menurutnya, keberadaan genset membuat aktivitas pedagang di Pasar Pagi tetap dapat berjalan ketika pasokan listrik dari PLN terhenti. Pemkot juga menyiapkan bahan bakar berupa solar untuk memastikan genset dapat dioperasikan saat dibutuhkan.
“Selama ini memang di Pasar Pagi itu ada treatment dia punya genset. Jadi untuk menghidupkan itu kami menyediakan solarnya,” kata Yama sapaan akrabnya saat ditemui di Bapperida Kota Samarinda, Kamis 24 September 2026.
Lebih jauh, genset di Pasar Pagi disiapkan untuk menopang kebutuhan listrik pada bangunan pasar yang terdiri dari lantai satu hingga lantai tujuh. Dengan demikian, pemadaman listrik pada jam operasional tidak serta-merta menghentikan aktivitas perdagangan.
“Jadi kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu hal yang harus dipastikan selalu ada agar genset dapat langsung digunakan ketika terjadi pemadaman,” terangnya.
Selain ketersediaan solar, pengoperasian genset juga membutuhkan operator dan pemeliharaan secara berkala.
“Posisinya harus terisi untuk kita memproduksi solarnya. Ada pemeliharaan, ada operatornya untuk melaksanakan genset itu,” jelasnya.
Menurutnya, dampak pemadaman listrik paling berpotensi dirasakan apabila terjadi pada siang hingga sore hari, ketika aktivitas perdagangan di Pasar Pagi masih berlangsung.
Sementara pemadaman pada malam hari dinilai relatif tidak terlalu mengganggu karena kegiatan operasional pasar telah berakhir sekitar pukul 17.00 Wita.
Berbeda dengan Pasar Pagi, sejumlah pasar lain di Samarinda juga memiliki genset, namun kapasitasnya tidak sebesar fasilitas yang tersedia di Pasar Pagi. Aktivitas perdagangan di pasar-pasar tersebut juga umumnya tidak berlangsung hingga sore hari.
“Pasar lain itu genset biasa. Tapi operasionalnya tidak sama dengan di Pasar Pagi sampai sore sekali. Jadi relatif aman,” tuturnya.
Hingga saat ini, pihaknya tidak banyak menerima laporan masyarakat terkait gangguan serius akibat pemadaman listrik di pasar. Keberadaan genset di masing-masing pasar dinilai menjadi salah satu langkah mitigasi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan ketika pasokan listrik terganggu.
“Pemkot pun memastikan kesiapan genset, bahan bakar, operator, serta pemeliharaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan, khususnya di Pasar Pagi sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi kota,” pungkasnya.

