Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    September 24, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman
    Kesehatan

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    AminahBy AminahSeptember 24, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    ISPA Kaltim menurun
    Teks: Kabut asap yang terlihat menyelimuti Kota Samarinda beberapa hari lalu. (Foto: Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan penurunan memasuki akhir September 2026. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko gangguan pernapasan karena hujan belum turun merata dan paparan asap masih berpotensi terjadi.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, penurunan kasus ISPA mulai terlihat seiring membaiknya kondisi udara dan turunnya suhu. Menurutnya, semakin sering hujan turun, potensi kasus ISPA diharapkan ikut berkurang.

    “Sekarang sudah menurun. Suhunya sudah bagus. Suhu juga sudah menurun. Mudah-mudahan semakin banyak hujan itu semakin berkurang kasus-kasus ISPA,” ujarnya di Samarinda, Rabu 23 September 2026.

    Meski kasus mulai turun, faktor lingkungan masih menjadi perhatian. ISPA tidak hanya berkaitan dengan satu penyebab, tetapi dapat dipicu oleh virus maupun bakteri. Kondisi lingkungan dan kualitas udara juga dapat memengaruhi munculnya gangguan saluran pernapasan.

    “Penyebabnya kan bisa virus, bisa bakteri. Penyebabnya karena lingkungan tidak bagus, kemudian kualitas udara juga mempengaruhi munculnya bakteri dan virus itu pada akhirnya jadi ISPA,” katanya.

    Persoalannya, perbaikan kondisi udara belum serta-merta berarti ancaman asap berakhir. BPBD Kaltim masih memperkirakan dampak asap dapat bertahan selama hujan belum benar-benar aktif di berbagai wilayah.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, hujan yang lebih aktif diperkirakan baru mulai muncul sekitar akhir Oktober. Karena itu, masyarakat masih diminta mewaspadai paparan asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

    “Kalau kita prediksikan nanti hujan itu baru mulai aktif atau mulai muncul di sekitar akhir Oktober. Artinya kita harus waspada bahwa dampak asap tadi masih akan terus timbul,” kata Buyung.

    Kondisi tersebut juga berkaitan dengan pola hujan Kaltim pada akhir September. Berdasarkan pembaruan data BMKG 17 September 2026, sebagian besar wilayah Kaltim pada Dasarian III September atau 21–30 September diprediksi hanya mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter. Pengecualian terdapat di bagian utara Berau dan bagian barat Mahakam Ulu yang diprediksi masuk kategori menengah 50–75 milimeter.

    BMKG juga memprakirakan sejumlah wilayah Kaltim berada dalam kategori sifat hujan bawah normal pada periode tersebut, termasuk Samarinda, Balikpapan, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Penajam Paser Utara.

    Di sisi lain, BPBD masih memantau potensi asap yang muncul akibat karhutla. Sebelumnya, kualitas udara Kaltim sempat masuk kategori tidak sehat akibat peningkatan konsentrasi PM2.5, sebelum membaik ke kategori sedang setelah penanganan karhutla.

    Buyung mengatakan pemantauan kondisi cuaca terus dilakukan bersama BMKG. Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan yang tersedia untuk membantu meningkatkan peluang hujan.

    “Di perkiraan 10 hari ke depan ini masih ada potensi-potensi hujan walaupun intensitasnya masih kecil. Tetapi ini hanya berlaku untuk daerah sekitar pertengahan Kalimantan sampai dengan ke utara,” ujarnya.

    Dengan kondisi tersebut, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan meski tren ISPA mulai menurun. Kelompok anak-anak dan lansia menjadi perhatian karena lebih rentan ketika kualitas udara memburuk.

    Buyung juga menyebut kondisi udara dapat menjadi pertimbangan dalam pengaturan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar, apabila kualitas udara kembali tidak kondusif.

    “Terutama bagi usia lansia dan anak-anak. Mungkin untuk kaitannya dari pihak-pihak terkait, baik dari pendidikan maupun hal-hal lainnya bisa mengatur bagaimana pola belajar sehingga apabila melihat kondisinya tidak kondusif mungkin bisa menyesuaikan dengan kegiatan,” tandasnya.

    BPBD Kaltim Dinkes Kaltim ISPA Kaltim Jaya Mualimin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Asap Karhutla Kaltim Belum Hilang, Masih Bertahan di Atmosfer hingga Musim Hujan

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Kaltim Mulai Masuk Prioritas Karhutla Nasional, Luasan Terbakar Capai 6.333 Hektare

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin mempersoalkan aturan yang…

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.