Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani
    Lainnya

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    AminahBy AminahSeptember 23, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sodetan KM 2 Segera Dibuka
    Teks: Warga Desa Loa Janan Ulu menyampaikan aspirasi terkait rencana proyek sodetan di KM 2 Jalan Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara, Rabu 23/9/2026. (Foto: Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana sodetan di KM 2 Jalan Loa Janan Ulu Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi persoalan sebelum pekerjaan dilanjutkan. Aliran air dari wilayah Samarinda direncanakan masuk ke Sungai Loa Janan Ulu, sementara penanganan terhadap sungai yang menjadi titik pembuangan tersebut belum tuntas.

    Kondisi itu memunculkan kekhawatiran proyek sodetan justru mengalihkan persoalan banjir dari satu wilayah ke wilayah lain. Terlebih, kawasan permukiman di bantaran Sungai Loa Janan Ulu disebut sudah mudah terdampak genangan ketika hujan berlangsung cukup lama.

    Rencana pembongkaran jalan di lokasi sodetan disebut akan dilakukan Kamis 24 September 2026. Namun, masyarakat meminta pembukaan jalan tidak dilakukan sebelum ada penanganan terhadap Sungai Loa Janan Ulu.

    Persoalan utamanya bukan pada upaya mengatasi banjir Samarinda, melainkan kesiapan sungai penerima ketika debit tambahan dari sodetan mulai dialirkan.

    Warga RT 8 Desa Loa Janan Ulu, Sutaryo mengatakan, kondisi tersebut telah menjadi perhatian masyarakat sejak pembahasan proyek dimulai.

    “Kita paham masyarakat Samarinda itu ingin menyelesaikan akar permasalahannya. Akar permasalahannya ini kan banjir juga yang luar biasa. Cuma yang diminta itu jangan bikin masalah baru. Akar masalah baru itu dipindahkan saja ke Sungai Loa Janan Ulu,” ungkap Sutaryo.

    Menurut dia, saat hujan berlangsung sekitar dua jam, kawasan permukiman di sekitar sungai sudah berpotensi mengalami banjir. Karena itu, penambahan debit melalui sodetan dikhawatirkan memperbesar tekanan terhadap sungai.

    “Dampak yang lebih besar nantinya. Kita ini kan di musim penghujan nanti, dua jam hujan sudah banjir. Apalagi kalau sodetan itu dialirkan ke Sungai Loa Janan Ulu, dua jam itu sudah tenggelam, apalagi ditambah, ini kan menambah debit air,” ujarnya.

    Persoalan penanganan Sungai Loa Janan Ulu sebelumnya juga telah masuk dalam pembahasan antara pemerintah dan legislatif. DPRD Kukar meminta sodetan tidak langsung difungsikan sebelum terdapat penanganan terhadap sungai tersebut.

    Normalisasi sungai menjadi salah satu kebutuhan yang disoroti untuk memastikan tambahan aliran dari sodetan tidak memperbesar risiko banjir di wilayah penerima.

    Artinya, pembangunan sodetan tidak hanya berkaitan dengan membuka jalur baru bagi aliran air. Kapasitas dan kondisi sungai yang menerima aliran menjadi bagian penting sebelum proyek tersebut dioperasikan.

    Warga juga menyebut telah ada kesepakatan sebelumnya bahwa pembukaan jalan untuk proyek tidak dilakukan sebelum terdapat kegiatan penanganan di Sungai Loa Janan Ulu.

    “Jalan itu disepakati oleh pemerintah Kota Samarinda dan Kukar, warga masyarakat bantaran yang ada di situ tidak akan dibuka sebelum ada kegiatan di Sungai Loa Janan,” kata Sutaryo.

    Kesepakatan tersebut, telah beberapa kali dibahas melalui rapat dengar pendapat pada September 2025.

    Sementara itu, penyelesaian persoalan belum sampai pada keputusan akhir. Anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Hambali, mengatakan persoalan tersebut masih akan dibahas Pemkab Kukar sebelum dilanjutkan dengan surat kepada gubernur.

    “Itu masih akan dibawa ke rapat dulu baru bersurat ke gubernur,” tutup Hambali.

    Banjir Desa Loa Janan Ulu Kabupaten Kukar Kota Samarinda Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    The Founding of YouTube A Short History

    Juli 14, 2026

    Banjir dan Sampah Masih Jadi Persoalan, Normalisasi Drainase hingga Edukasi Warga Diperkuat

    Juli 12, 2026

    Elementor #81471

    Juli 2, 2026

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Juni 7, 2026

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Kendalikan Banjir Sempaja, PUPR Samarinda Fokus Bangun Rumah Pompa dan Sambungkan Drainase

    Maret 4, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    AminahSeptember 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana sodetan di KM 2 Jalan Loa Janan Ulu Kutai Kartanegara (Kukar)…

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026

    Tahun Depan Pendataan Seragam Gratispol Kaltim Bakal Masuk Form SPMB

    September 23, 2026

    Asap Karhutla Kaltim Belum Hilang, Masih Bertahan di Atmosfer hingga Musim Hujan

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,359 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.