Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Kaltim Mulai Masuk Prioritas Karhutla Nasional, Luasan Terbakar Capai 6.333 Hektare

    September 22, 2026

    KONI Kaltim Tetapkan 64 Cabor dan 1.072 Nomor Pertandingan Porprov VIII 2026

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya
    Kesehatan

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    AminahBy AminahSeptember 22, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Penyempitan Pembuluh Darah
    Teks: Hasil pemeriksaan echocardiogram (USG jantung) berkala dari beberapa tanggal berbeda. (Foto: Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena prosesnya dapat berlangsung perlahan tanpa selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Ketika penyempitan semakin berat, aliran darah ke organ tubuh dapat terganggu dan memicu berbagai penyakit serius.

    Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Habibie Arifianto menjelaskan, penyempitan pembuluh darah umumnya berkaitan dengan proses aterosklerosis, yakni penumpukan plak di dalam dinding pembuluh darah.

    Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan faktor risiko yang tidak dikendalikan dengan baik, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok hingga faktor genetik.

    Kolesterol Bisa Menumpuk Menjadi Plak

    Aterosklerosis bermula ketika lapisan paling dalam pembuluh darah atau sel endotel mengalami gangguan fungsi. Kondisi tersebut membuat LDL atau kolesterol jahat serta berbagai zat lain lebih mudah masuk ke dinding pembuluh darah.

    Zat tersebut kemudian mengalami proses oksidasi dan menumpuk hingga membentuk plak aterosklerosis. Seiring waktu, plak dapat semakin menebal dan membuat diameter pembuluh darah menyempit.

    “Penyakit ini terjadi karena adanya faktor risiko yang tidak tertangani dengan baik, seperti penyakit gula, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan faktor genetik atau keturunan,” kata Habibie saat menjadi pemateri di RSUD I.A. Moeis belum lama ini.

    Masalahnya, proses tersebut tidak hanya terjadi pada satu bagian tubuh. Penyempitan dapat berlangsung pada pembuluh darah di berbagai organ.

    Lokasi Penyempitan Menentukan Penyakitnya

    Dampak penyempitan pembuluh darah bergantung pada lokasi pembuluh yang terdampak. Jika terjadi pada pembuluh darah jantung, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

    Sementara jika penyempitan terjadi pada pembuluh darah otak, gangguan aliran darah dapat berkaitan dengan stroke. Penyempitan pada pembuluh darah kaki juga dapat menyebabkan penyakit arteri perifer.

    Artinya, penyempitan pembuluh darah bukan hanya persoalan jantung. Gangguan yang sama dapat memengaruhi berbagai organ penting apabila aliran darah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

    Diabetes dan Hipertensi Perlu Dikendalikan

    Karena aterosklerosis berkaitan erat dengan faktor risiko, pengendalian penyakit yang sudah dimiliki menjadi bagian penting dalam mencegah penyempitan pembuluh darah semakin berat.

    Diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang tidak terkontrol dapat terus memberikan tekanan terhadap sistem pembuluh darah. Kebiasaan merokok juga menjadi salah satu faktor yang perlu dihindari.

    Pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tersebut. Dengan mengetahui kondisi sejak awal, dokter dapat menentukan langkah penanganan sebelum penyempitan berkembang menjadi gangguan aliran darah yang lebih berat.

    Tidak Semua Penyempitan Langsung Dipasang Ring

    Penanganan penyempitan pembuluh darah tidak selalu harus dilakukan dengan pemasangan ring. Dokter terlebih dahulu akan menilai tingkat penyempitan, kondisi pasien, faktor risiko serta apakah aliran darah ke organ sudah terganggu.

    Habibie menjelaskan, pada penyempitan yang belum signifikan mengganggu aliran darah, pengendalian faktor risiko dan pemberian obat dapat menjadi bagian dari penanganan.

    Salah satu kelompok obat yang dapat digunakan adalah statin, seperti simvastatin, atorvastatin dan rosuvastatin. Obat tersebut antara lain digunakan untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol dan menstabilkan plak sehingga risiko penyempitan lebih lanjut dapat ditekan.

    Jika Sudah Berat, Tindakan Medis Bisa Diperlukan

    Ketika penyempitan sudah berat dan menyebabkan gangguan aliran darah atau kekurangan oksigen pada jaringan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis sesuai lokasi dan kondisi pasien.

    Pada kondisi tertentu, tindakan kateterisasi dan pemasangan ring dapat dilakukan untuk membantu membuka pembuluh darah yang mengalami penyempitan.

    Namun, keputusan melakukan tindakan tersebut tidak semata-mata berdasarkan persentase penyempitan. Kondisi klinis pasien dan dampaknya terhadap aliran darah juga perlu menjadi pertimbangan dokter.

    Karena itu, gejala seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, pusing, kelemahan hingga gangguan kesadaran tidak sebaiknya diabaikan, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko penyakit pembuluh darah.

    Jangan Menunggu Sampai Aliran Darah Terganggu

    Penyempitan pembuluh darah dapat berkembang tanpa disadari. Ketika gejala mulai muncul, gangguan yang terjadi bisa saja sudah cukup berat.

    Karena itu, menjaga tekanan darah, gula darah dan kolesterol tetap terkendali, tidak merokok, menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko aterosklerosis.

    Habibie Arifianto Penyempitan Pembuluh Darah RSUD IA Moeis Serangan Jantung
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Intrusi Air Laut Ganggu Distribusi, Dinkes Samarinda Imbau Air PDAM untuk MCK

    September 18, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    AminahSeptember 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena prosesnya dapat berlangsung…

    Kaltim Mulai Masuk Prioritas Karhutla Nasional, Luasan Terbakar Capai 6.333 Hektare

    September 22, 2026

    KONI Kaltim Tetapkan 64 Cabor dan 1.072 Nomor Pertandingan Porprov VIII 2026

    September 22, 2026

    Fuel Card Samarinda Belum Diberlakukan, 4.900 Kendaraan Masih Terblokir

    September 22, 2026

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    September 22, 2026
    1 2 3 … 3,358 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.