Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    September 25, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular
    Kesehatan

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    AminahBy AminahMei 20, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menghimbau masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai karena berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyakit menular (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengingatkan masyarakat agar tidak membuang limbah hewan kurban sembarangan, terutama ke sungai.

    Limbah pemotongan seperti darah, isi perut, hingga kotoran hewan dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyebaran penyakit menular.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, persoalan limbah kurban kerap muncul setiap momentum Iduladha, terutama di kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.

    Kebiasaan mencuci jeroan maupun membuang sisa pemotongan langsung ke sungai dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

    “Kalau kotoran sapi atau limbah pemotongan masuk ke sungai, itu bisa menyebabkan bakteri seperti E. coli menyebar ke mana-mana. Akibatnya masyarakat bisa diare dan terkena penyakit lainnya,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.

    Pengelolaan limbah kurban harus menjadi perhatian bersama, baik panitia pemotongan maupun masyarakat umum. Apalagi saat Iduladha, aktivitas penyembelihan hewan meningkat drastis dalam waktu singkat.

    Selain persoalan limbah, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pemotongan dan pengolahan daging kurban agar tidak menimbulkan kontaminasi bakteri.

    “Proses pemotongan harus sesuai prosedur. Darahnya harus keluar semuanya karena darah itu berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik,” katanya.

    Pencacahan daging sebaiknya tidak dilakukan langsung di tanah, melainkan menggunakan meja atau alas yang bersih untuk menjaga higienitas produk pangan yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

    “Ketika melakukan pencacahan daging itu tidak boleh di tanah, tapi di meja,” tegasnya.

    Pemerintah juga meminta penggunaan kantong plastik untuk distribusi daging memperhatikan faktor keamanan pangan. Plastik yang digunakan sebaiknya transparan dan tidak mengandung bahan berbahaya.

    Selain itu, distribusi daging kurban diminta dilakukan secepat mungkin agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak membusuk akibat penyimpanan terlalu lama.

    “Jangan sampai dibiarkan terlalu lama sampai busuk karena itu juga bisa membahayakan kesehatan,” katanya.

    Tak hanya limbah, Dinkes bersama Dinas Peternakan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang masuk ke Kaltim.

    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun antraks.

    “Nanti semua ternak yang dijadikan kurban akan diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. Yang jelas syaratnya sehat dan sudah diskrining,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    IraSeptember 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya…

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,363 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.