Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Dinkes Imbau Masyarakat Tidak Fokus Foging Tapi 5M
    Advertorial

    Dinkes Imbau Masyarakat Tidak Fokus Foging Tapi 5M

    MartinusBy MartinusApril 30, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Kasi Survailance dan Imunisasi MR, Dinkes Bontang, Adi permana membeberkan beberapa hasil risetnya mengenai Foging yang selama ini dianggap mampu membunuh nyamuk Aedes Aegypti, sayangnya banyak informasi yang beredar ternyata salah, efeknya banyak masyarakat yang menuntut pemerintah untuk melakukan foging ke daerah yang terkena kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

    Belum lama ini, Adi mengungkapkan, Foging hanyalan membuang uang dan waktu saja, sementara hal itu hanya mampu membunuh nyamuk sekitar 50 persen saja.,” Banyak masyarakat kita percaya foging dapat membunuh nyamuk, namun anggapan itu salah, foging hanya mampu membuat nyamuk pergi, kemudan kembali lagi, dapat juga menyebabkan nyamuk berpindah, saya rasa ini tidak efektif selain harganya yang mahal,” jelas Adi.
    Lebih lanjut, ada beberapa hal yang salah kerap kali dilakukan, yaitu dengan melakukan foging di luar rumahnya saja, sementara nyamuk Aedes Aegypti biasanya bersarang di rumah, seperti bak kamar mandi yang menjadi tempatnya berkembang biak.

    “Biasanya foging hanya diluar saja, ini menyebabkan nyamuk masuk kedalam rumah,” ujarnya.
    Selain itu, waktu foging kerap kali keliru. Dimana foging dilakukan dari pagi hingga siang, padahal racunnya akan hilang jika terkena sinar UV (Matahari)
    “Banyak bertanya kenapa foging gak sampai selesai, sementara masih banyak lingkungan RT yang belum terkena foging, inilah anggapan masyarakat yang keliru. Foging itu dilakukan hanya dari jam 7- 9 pagi, dan jam 5-6 sore,” paparnya.
    Minimnya pengetahuan masyarakat soal foging menyebabkan suatu kendala, dirinya berharap masyarakat dapat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan selalu menguras bak mandi.

    ” Kalau dulu hanya 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur, tapi sekarang menjadi 5M yaitu ditambah memakai lotion atau kelambu dan membasbi jumantik,” ujarnya.

    Dirinya berharap, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan foging, namun juga melalukan 5M, dimana lebih efektif,” Jika Masyarakat tidak melakukan 5M dan hanya mengandalkan foging, tentu saja itu percuma,”tandasnya (yulianti)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    DPRD Semprot Distapangtani Samarinda, Anggaran Jangan Habis untuk Birokrasi

    Juni 24, 2026

    Anggaran UKM Nol Rupiah, DPRD Sebut Dukungan Pemerintah Hanya Sebatas Ucapan

    Juni 24, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026

    Terbentur Anggaran, Kelanjutan Mega Proyek Samarinda Diusulkan Masuk APBN 2027

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Nur AjijahJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait kasus dugaan kawat medis tertinggal di tubuh pasien usai menjalani tindakan…

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.