Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen
    Ekonomi

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekda Kaltim, Sri Wahyuni (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Target realisasi pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), hingga pertengahan Juni 2026, baru mencapai 36 persen, dari target Rp10 triliun atau hsnya sekitar Rp5 triliun.

    Hal tersebut diakui Sekda Kaltim Sri Wahyuni, di Samarinda, Senin, 21 Juni 2026, saat bicara tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.

    Seharusnya kata Sri Wahyuni, realisasi pendapatan pada pertengahan tahun telah berada pada kisaran 50 persen atau sekitar Rp6 hingga Rp7 triliun.

    “Pendapatan kita saat ini baru sekitar Rp5 triliun lebih. Kalau melihat target, seharusnya di pertengahan Juni sudah mencapai sekitar 50 persen,” ujar Sekda Kaltim Sri Wahyuni.

    Sri mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pendapatan dan belanja daerah menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

    Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi defisit yang dapat terjadi akibat menurunnya transfer ke daerah (TKD). Serta belum optimalnya realisasi sejumlah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang sebelumnya telah diproyeksikan.

    “Kami mulai memetakan belanja-belanja yang bisa dicadangkan atau diefisienkan. Karena akan menghadapi tekanan keuangan. Jadi, kami harus bersiap dari sekarang agar pada APBD Perubahan nanti sudah memiliki langkah-langkah yang jelas untuk mengurangi tekanan defisit,” tambah Sri Wahyuni.

    Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah mengecilnya nilai transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Selain itu, sejumlah sumber PAD yang diharapkan mulai memberikan kontribusi pada tahun ini juga belum dapat beroperasi sesuai rencana.

    Sri mencontohkan proyek dermaga tambat yang sebelumnya diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah. Namun hingga saat ini operasional dermaga tersebut masih menunggu penyelesaian perizinan dari pemerintah pusat.

    “Anggaran dan regulasinya sebenarnya sudah dipersiapkan secara paralel, tetapi izinnya masih berproses di kementerian terkait sehingga pendapatan yang diharapkan belum bisa direalisasikan tahun ini,” jelasnya.

    Kondisi tersebut berpotensi memaksa pemerintah melakukan koreksi terhadap target PAD pada APBD Perubahan. Meski demikian, Pemprov Kaltim masih melakukan kajian dan perhitungan sebelum menentukan besaran penyesuaian yang diperlukan.

    Di sisi lain, Sri juga menjelaskan mekanisme pergeseran anggaran yang saat ini menjadi perhatian dalam pembahasan bersama DPRD.

    Menurutnya, terdapat dua jenis pergeseran anggaran, yakni pergeseran yang tidak mengubah pagu APBD dan dapat dilakukan secara administratif. Serta pergeseran yang mengubah pagu organisasi perangkat daerah (OPD), yang harus dibahas dalam APBD Perubahan dan mendapat persetujuan DPRD melalui Badan Anggaran.

     

    PAD Pemprov Kaltim Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Penerbangan Internasional Buka Peluang Ekspor bagi UMKM Kaltim

    Juni 24, 2026

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Kenaikan Harga Avtur Tak Surutkan Langkah Maskapai Buka Rute Samarinda–Melak

    Juni 23, 2026

    Janji Gubernur Kaltim, Targetkan Pengisian Jabatan Plt Rampung Akhir Juni

    Juni 23, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Nur AjijahJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebagai solusi mengatasi kepadatan layanan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Pemerintah…

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026

    Perebutan Kursi Ketua Dimulai, Golkar Bontang Buka Penjaringan Jelang Musda VIII

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.