Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Beras Oplosan Makin Marak, Sigit Desak Pengawasan Distribusi Diperketat
    DPRD Kaltim

    Beras Oplosan Makin Marak, Sigit Desak Pengawasan Distribusi Diperketat

    SittiBy SittiJuly 15, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus beras oplosan yang terungkap baru-baru ini mengundang sorotan Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. Praktik curang ini tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap kualitas pangan yang beredar di pasaran.

    Sigit menilai maraknya peredaran beras oplosan sebagai bentuk kejahatan yang sistematis dan sangat merugikan rakyat. Pasalnya, masyarakat selama ini sudah terbiasa membeli beras kemasan tanpa sempat mengecek ulang volume atau kualitasnya.

    “Kadang-kadang produk yang kita pakai sehari-hari kita nggak menyangka, semua sudah dikemas, kita nggak pernah hitung atau timbang lagi. Kita anggap benar saja,” kata Sigit, Ketua Fraksi PAN-Nasdem DPRD Kaltim, pada Senin 14 Juli 2025.

    Ia menyebut persoalan ini mirip dengan kejadian pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang juga pernah mencuat. Distribusi yang lemah dan minim pengawasan membuat praktik kecurangan seperti ini terus berulang, sehingga konsumen selalu menjadi pihak yang dirugikan.

    Menurutnya, pengawasan distribusi produk, khususnya pangan, harus lebih ketat sejak dari produsen hingga ke konsumen akhir. Jika tidak, kecurangan seperti pengurangan berat dan pemalsuan kualitas akan terus terjadi.

    “Harus dicek dulu barangnya. Antisipasi harus ada. Kalau ketahuan, harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ucap Sigit.

    Ia juga menyoroti lemahnya peran instansi terkait dalam memastikan kualitas barang di pasar. Meski ada segel resmi, ternyata kecurangan tetap bisa terjadi. Ini menunjukkan adanya celah yang bisa dimanfaatkan oknum produsen nakal.

    Sigit menekankan perlunya penegakan hukum yang tegas agar ada efek jera bagi produsen nakal. Dalam konteks beras oplosan, kerugian masyarakat bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta stabilitas harga pangan.

    “Kalau ketangkap, tindak tegas produsen. Jangan sampai rakyat terus jadi korban,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan kritis terhadap produk yang dibeli. Sigit mendorong agar masyarakat berperan aktif dalam melapor jika menemukan indikasi kecurangan, sehingga rantai pasokan pangan yang sehat bisa terjaga.

    Kasus beras oplosan ini terungkap setelah ditemukan puluhan merek yang dijual dengan takaran dan kualitas tidak sesuai label. Banyak kemasan yang tertulis 5 kilogram, namun isinya hanya 4,5 kilogram. Selain itu, ada yang mengklaim sebagai beras premium padahal kualitasnya jauh di bawah standar.

    Praktik ini diperkirakan merugikan masyarakat hingga puluhan triliun rupiah per tahun. Bagi Sigit, kondisi ini adalah sinyal mendesak bagi semua pihak, terutama pemerintah dan aparat, untuk memperketat pengawasan distribusi bahan pokok.

    “Kalau distribusi diawasi ketat, rakyat bisa terlindungi. Jangan sampai masalah ini terus terjadi, karena efeknya luas,” pungkas Sigit.

    BBM Beras Oplosan Sigit Wibowo
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    July 22, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    July 16, 2026

    Heni Purwaningsih Pastikan: Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Inflasi dan Harga Barang di Kaltim

    June 29, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    May 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    March 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    March 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.