Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien
    Kesehatan

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    SittiBy SittiJuli 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tampak bangunan Gedung Pandurata RSUD AWS Samarinda (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) belum dapat difungsikan dalam waktu dekat. Meski bangunan fisik telah rampung, operasional rumah sakit masih tertahan karena kebutuhan alat kesehatan (alkes) senilai Rp250 miliar belum sepenuhnya terpenuhi.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru mengalokasikan Rp100 miliar pada tahun ini. Kekurangan anggaran membuat pengadaan alkes dilakukan bertahap, sehingga pelayanan di gedung baru belum bisa dibuka sekaligus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan pengoperasian Gedung Pandurata ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027, dengan catatan pengadaan fasilitas pendukung dapat diselesaikan hingga akhir tahun.

    “Kebutuhan alat kesehatan sesuai desain sekitar Rp250 miliar. Tahun ini baru dialokasikan Rp100 miliar. Sisanya dilakukan bertahap,” kata Jaya, Senin, 20 Juli 2026.

    Pemerintah memilih membuka layanan secara bertahap dibanding menunggu seluruh fasilitas selesai. Langkah itu diambil karena tingginya kebutuhan ruang perawatan di RSUD AWS.

    “Kalau menunggu semuanya selesai, waktunya akan lebih lama. Karena itu operasional juga dilakukan bertahap agar masyarakat lebih cepat mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

    Keterlambatan operasional gedung baru menjadi perhatian Komisi III DPRD Kaltim. Ketua Komisi III Abdulloh meminta pemerintah segera memastikan kapan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

    Bagi DPRD, penyelesaian proyek tidak berhenti pada selesainya bangunan, tetapi harus diikuti pelayanan yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

    Selain alat kesehatan, DPRD juga menemukan sejumlah persoalan penunjang yang masih perlu dibenahi. Area parkir dinilai belum memadai untuk menampung kendaraan pengunjung ketika gedung mulai beroperasi.

    Abdulloh mengatakan pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar 5.336 meter persegi yang akan digunakan untuk pengembangan kawasan rumah sakit, termasuk penambahan lahan parkir.

    Ia juga menyoroti akses jalan menuju rumah sakit yang masih memerlukan perbaikan.

    “Jalan lingkungan juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai pasien yang menuju rumah sakit justru terkendala kondisi jalan,” katanya.

    Gedung Pandurata dibangun untuk menambah kapasitas pelayanan RSUD AWS yang selama ini menghadapi tingginya jumlah pasien, terutama di ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun hingga kini, manfaat gedung tersebut masih bergantung pada penyelesaian pengadaan alat kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya.

    Dinkes Kaltim Gedung Pandurata Jaya Mualimin RSUD AWS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang

    Juli 20, 2026

    Air Putih Bukan Sekedar Pelepas Dahaga tapi Sangat Penting bagi Tubuh

    Juli 19, 2026

    Intensitas Skrining HIV Mampu Jaring Penderita Risiko Tinggi

    Juli 18, 2026

    Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terhenti, Pemkot Samarinda Cari Solusi Atasi Hambatan Anggaran

    Juli 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.