Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    26 Pria Jadi Tersangka dalam 16 Kasus Narkoba di Samarinda, 780 Ekstasi Disita

    Oktober 29, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien
    Kesehatan

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    AminahBy AminahJuli 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tampak bangunan Gedung Pandurata RSUD AWS Samarinda (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) belum dapat difungsikan dalam waktu dekat. Meski bangunan fisik telah rampung, operasional rumah sakit masih tertahan karena kebutuhan alat kesehatan (alkes) senilai Rp250 miliar belum sepenuhnya terpenuhi.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru mengalokasikan Rp100 miliar pada tahun ini. Kekurangan anggaran membuat pengadaan alkes dilakukan bertahap, sehingga pelayanan di gedung baru belum bisa dibuka sekaligus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan pengoperasian Gedung Pandurata ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027, dengan catatan pengadaan fasilitas pendukung dapat diselesaikan hingga akhir tahun.

    “Kebutuhan alat kesehatan sesuai desain sekitar Rp250 miliar. Tahun ini baru dialokasikan Rp100 miliar. Sisanya dilakukan bertahap,” kata Jaya, Senin, 20 Juli 2026.

    Pemerintah memilih membuka layanan secara bertahap dibanding menunggu seluruh fasilitas selesai. Langkah itu diambil karena tingginya kebutuhan ruang perawatan di RSUD AWS.

    “Kalau menunggu semuanya selesai, waktunya akan lebih lama. Karena itu operasional juga dilakukan bertahap agar masyarakat lebih cepat mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

    Keterlambatan operasional gedung baru menjadi perhatian Komisi III DPRD Kaltim. Ketua Komisi III Abdulloh meminta pemerintah segera memastikan kapan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

    Bagi DPRD, penyelesaian proyek tidak berhenti pada selesainya bangunan, tetapi harus diikuti pelayanan yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

    Selain alat kesehatan, DPRD juga menemukan sejumlah persoalan penunjang yang masih perlu dibenahi. Area parkir dinilai belum memadai untuk menampung kendaraan pengunjung ketika gedung mulai beroperasi.

    Abdulloh mengatakan pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar 5.336 meter persegi yang akan digunakan untuk pengembangan kawasan rumah sakit, termasuk penambahan lahan parkir.

    Ia juga menyoroti akses jalan menuju rumah sakit yang masih memerlukan perbaikan.

    “Jalan lingkungan juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai pasien yang menuju rumah sakit justru terkendala kondisi jalan,” katanya.

    Gedung Pandurata dibangun untuk menambah kapasitas pelayanan RSUD AWS yang selama ini menghadapi tingginya jumlah pasien, terutama di ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun hingga kini, manfaat gedung tersebut masih bergantung pada penyelesaian pengadaan alat kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya.

    Dinkes Kaltim Gedung Pandurata Jaya Mualimin RSUD AWS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026

    DPPKB Samarinda Sampaikan Capaian Program dan Kegiatan SAPA KB

    Oktober 27, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    26 Pria Jadi Tersangka dalam 16 Kasus Narkoba di Samarinda, 780 Ekstasi Disita

    AminahOktober 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 26 pria ditetapkan sebagai tersangka dalam 16 kasus narkotika yang diungkap…

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026

    Pemantauan Udara Samarinda Masih Terbatas, DLH Andalkan Stasiun Labkesda Kaltim

    Oktober 29, 2026

    Dari Renstra hingga Probebaya, Kecamatan Samarinda Utara Perkuat Koordinasi Pembangunan Daerah

    Oktober 29, 2026
    1 2 3 … 3,413 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.