Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    26 Pria Jadi Tersangka dalam 16 Kasus Narkoba di Samarinda, 780 Ekstasi Disita

    Oktober 29, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Pemantauan Udara Samarinda Masih Terbatas, DLH Andalkan Stasiun Labkesda Kaltim
    Pemkot Samarinda

    Pemantauan Udara Samarinda Masih Terbatas, DLH Andalkan Stasiun Labkesda Kaltim

    SintaBy SintaOktober 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kantor Labkesda Provinsi Kaltim yang berada di Jalan Ahmad Dahlan, Kota Samarinda. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemantauan kualitas udara di Kota Samarinda masih menghadapi keterbatasan sarana, setelah stasiun pemantau milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berada di Taman Segiri menjalani pemeliharaan.

    Untuk sementara, DLH mengandalkan data dari stasiun pemantauan milik Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda, Tri Ayu Wulandari mengatakan, pemantauan kualitas udara tetap dilakukan dua kali sehari, yakni pukul 07.00 dan 16.00 Wita.

    Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar pembaharuan informasi kualitas udara yang disampaikan kepada masyarakat, termasuk melalui data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

    “Untuk sementara, data yang kami perbaharui dan sampaikan kepada masyarakat bersumber dari stasiun pemantauan milik Labkesda Provinsi,” Ungkap Ayu kepada awak media. Rabu, 28 Oktober 2026.

    Ayu menjelaskan, stasiun pemantau di Taman Segiri saat ini belum berfungsi karena sedang dalam pemeliharaan. Peralatan tersebut sebelumnya merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang juga menangani pemeliharaannya.

    Sementara itu, stasiun pemantauan milik Labkesda Kaltim yang berada di Jalan Ahmad Dahlan menjadi salah satu sumber data untuk melihat kondisi kualitas udara Samarinda.

    “Meski sama-sama bersifat menetap, kedua alat ini memiliki parameter pengukuran yang berbeda sehingga hasil pembacaannya tidak selalu sama,” Jelas Ayu.

    Menurut Ayu, keterbatasan titik pemantauan menjadi tantangan tersendiri dalam menggambarkan kualitas udara di seluruh wilayah Samarinda. Selama ini, data dari sejumlah stasiun yang tersedia, termasuk stasiun BMKG di wilayah Samarinda Utara menjadi salah satu acuan untuk melihat kondisi udara.

    Data tersebut dapat memberikan indikasi awal ketika terdeteksi peningkatan konsentrasi polutan tertentu. Namun, untuk memperoleh gambaran yang lebih representatif mengenai kualitas udara di seluruh kota, diperlukan stasiun pemantauan di beberapa lokasi.

    “Kalau ingin menggambarkan kondisi kualitas udara di seluruh Kota Samarinda, idealnya pemantauan dilakukan di beberapa titik agar hasilnya lebih mewakili kondisi setiap wilayah,” Ucap Ayu.

    Selain itu, Ayu mengakui, penambahan alat pemantau membutuhkan anggaran yang cukup besar. Selain biaya pengadaan, operasional dan pemeliharaan peralatan juga memerlukan dukungan pembiayaan secara berkelanjutan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, DLH memilih mengoptimalkan kerjasama dengan instansi yang telah memiliki fasilitas pemantauan.

    “Meski demikian, usulan pengadaan alat untuk kebutuhan jangka panjang telah diajukan, tetapi realisasinya masih harus menyesuaikan dengan prioritas anggaran pemerintah,” pungkasnya. (ADV)

    DLH Samarinda indeks standar pencemar udara (ISPU) Kualitas Udara Pemkot Samarinda Tri Ayu Wulandari
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026

    Dari Renstra hingga Probebaya, Kecamatan Samarinda Utara Perkuat Koordinasi Pembangunan Daerah

    Oktober 29, 2026

    Perkuat Perencanaan Pembangunan, Bapperida Samarinda Bekali Perangkat Daerah Penyusunan Renstra

    Oktober 29, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Kelurahan Bantuas Serah Terimakan Hasil Pembangunan Probebaya 2026, Dorong Manfaat bagi Warga

    Oktober 28, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    26 Pria Jadi Tersangka dalam 16 Kasus Narkoba di Samarinda, 780 Ekstasi Disita

    AminahOktober 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 26 pria ditetapkan sebagai tersangka dalam 16 kasus narkotika yang diungkap…

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026

    Pemantauan Udara Samarinda Masih Terbatas, DLH Andalkan Stasiun Labkesda Kaltim

    Oktober 29, 2026

    Dari Renstra hingga Probebaya, Kecamatan Samarinda Utara Perkuat Koordinasi Pembangunan Daerah

    Oktober 29, 2026
    1 2 3 … 3,413 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.