Insitekaltim, Samarinda – Rendahnya kesadaran mengonsumsi air putih serta tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, berdampak negatif terhadap kesehatan anak.
Belakangan ini, berbagai masalah kesehatan semakin banyak ditemukan pada usia muda, bahkan anak-anak. Ini disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes dan gangguan ginjal.
Dalam sejumlah kasus, penyakit ginjal kronis bahkan dapat membuat penderitanya harus menjalani cuci darah.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, Dokter Tirta melalui kanal Youtube @TirtaPengPengPeng yang dikutip Minggu, 19 Juli 2026, mengingatkan, air putih bukan sekadar minuman untuk menghilangkan dahaga. Melainkan komponen penting, yang menjaga seluruh sistem tubuh tetap bekerja dengan baik.
Air Putih Menopang Fungsi Tubuh
Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Cairan ini berperan dalam berbagai proses penting. Mulai dari peredaran darah, pencernaan, hingga sistem ekskresi atau pembuangan zat sisa.
Salah satu cara sederhana, untuk mengetahui kondisi cairan tubuh adalah melalui warna urine. Urine yang berwarna kuning pekat, dapat menjadi tanda tubuh mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.
Jika kondisi ini semakin parah, seseorang berisiko mengalami syok hipovolemik, yaitu kondisi ketika volume cairan dalam tubuh menurun drastis. Sehingga, mengganggu fungsi organ.
Kurang Minum Air Putih, Bisa Mengganggu Kinerja Jantung dan Otak
Air juga berperan menjaga volume darah agar tetap optimal. Ketika tubuh kekurangan cairan, darah menjadi lebih sulit mengalir secara efektif ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.
Akibatnya, seseorang dapat merasa lemas, mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, bahkan berisiko pingsan akibat tekanan darah yang menurun.
Selain itu, keseimbangan cairan tubuh sangat berpengaruh terhadap kerja jantung dan otak.
Itulah sebabnya, kekurangan air putih sering kali membuat tubuh terasa tidak bertenaga meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Minum air putih saat bangun tidur, menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat.
Banyak orang langsung menyikat gigi, setelah bangun tidur. Namun ada satu kebiasaan yang tak kalah penting, yakni minum air putih terlebih dahulu.
Selama tidur, tubuh tetap melakukan proses metabolisme yang menyebabkan cairan berkurang, terlebih jika seseorang sempat buang air kecil pada malam hari.
Minum air putih setelah bangun tidur, membantu menggantikan cairan yang hilang sehingga tubuh kembali terhidrasi sebelum memulai aktivitas.
Selain cukup minum, kebiasaan menahan buang air kecil juga perlu dihindari. Menurut penjelasan Dokter Tirta, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Tak hanya itu, kristal yang terdapat di ginjal maupun kandung kemih dapat lebih mudah mengendap apabila tidak segera dikeluarkan melalui urine. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Terlalu Banyak Air Putih Juga Tidak Baik
Meski penting, bukan berarti air putih harus dikonsumsi secara berlebihan. Asupan cairan yang terlalu banyak juga dapat membebani kerja jantung dan mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh.
Karena itu, kebutuhan air setiap orang tidak selalu sama. Jumlah cairan yang diperlukan dipengaruhi oleh berat badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga lingkungan tempat beraktivitas.
Sebagai panduan sederhana, kebutuhan air harian dapat dihitung menggunakan rumus sekitar 30 mililiter dikalikan berat badan (kg). Misalnya, seseorang dengan berat badan 60 kilogram membutuhkan sekitar 1,8 liter air per hari. Namun, kebutuhan tersebut bisa meningkat jika banyak berkeringat, berolahraga, atau berada di lingkungan yang panas.
Untuk itu disarakan, jadikan air putih sebagai pilihan utama.
Di tengah maraknya konsumsi minuman manis, membiasakan diri memilih air putih merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak hanya membantu organ bekerja secara optimal, tetapi juga menjadi salah satu investasi terbaik untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

