Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    Agustus 17, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS
    Kesehatan

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: 29 kasus kematian HIV/AIDS hingga Mei 2026 di Samarinda (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 29 penderita AIDS meninggal dunia.

    Meski angka tersebut lebih rendah dibandingkan sepanjang 2025 yang mencapai 103 kasus kematian.

    Namun pemerintah, tetap memperkuat upaya deteksi dini dan pengobatan untuk menekan angka kematian akibat HIV/AIDS.

    Dinkes Samarinda terus mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

    Semakin cepat HIV terdeteksi dan diobati, semakin besar peluang penderita menjalani hidup sehat dan mencegah penyakit berkembang menjadi AIDS.

    Lebih jauh tentang penderita yang meninggal, ia menjelaskan, kematian yang tercatat bukan disebabkan langsung oleh virus HIV. Melainkan karena penderita, telah memasuki fase AIDS sehingga sistem kekebalan tubuh menurun drastis dan rentan terhadap berbagai penyakit penyerta.

    “Yang meninggal itu rata-rata sudah dalam kondisi AIDS. Mereka biasanya meninggal karena penyakit penyerta seperti tuberkulosis (TBC) atau penyakit lain akibat daya tahan tubuh yang sudah sangat lemah,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, HIV dan AIDS merupakan dua kondisi yang berbeda. HIV merupakan infeksi virus yang masih dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV). Sedangkan AIDS, merupakan stadium lanjut ketika sistem imun penderita telah mengalami kerusakan berat.

    Sepanjang 2025, Dinkes Samarinda menemukan 492 kasus baru HIV. Sementara hingga Mei 2026, kasus baru yang ditemukan mencapai 184 orang berdasarkan hasil skrining yang dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

    Menurut Ismid, jumlah temuan kasus baru berbeda dengan jumlah pasien yang menjalani pengobatan aktif. Saat ini, tercatat sekitar 2.211 orang masih menjalani terapi HIV secara berkelanjutan di Samarinda.

    “HIV harus diobati seumur hidup. Karena itu jumlah pasien yang menjalani terapi bersifat akumulatif dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

    Ia menambahkan, data kasus baru juga tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah penderita yang berdomisili di Samarinda. Pasalnya, sebagian pasien berasal dari daerah lain namun menjalani pemeriksaan maupun pengobatan di Kota Tepian.

    “Tujuan utama kami bukan hanya menemukan kasus baru, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan secara rutin agar kualitas hidup tetap baik dan angka kematian dapat ditekan,” pungkas Ismid.

     

    Dinkes Samarinda HIV HIV AIDS Ismid Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    R’syaAgustus 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) masih mengupayakan tambahan anggaran…

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026

    Dua Prodi IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran hingga September, Ada Gratispol

    Agustus 17, 2026

    Menuju Generasi Emas, IKIP PGRI Kaltim Bekali Mahasiswa dengan Beragam Wawasan

    Agustus 17, 2026
    1 2 3 … 3,281 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.