Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS
    Kesehatan

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    IraBy IraJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: 29 kasus kematian HIV/AIDS hingga Mei 2026 di Samarinda (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 29 penderita AIDS meninggal dunia.

    Meski angka tersebut lebih rendah dibandingkan sepanjang 2025 yang mencapai 103 kasus kematian.

    Namun pemerintah, tetap memperkuat upaya deteksi dini dan pengobatan untuk menekan angka kematian akibat HIV/AIDS.

    Dinkes Samarinda terus mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

    Semakin cepat HIV terdeteksi dan diobati, semakin besar peluang penderita menjalani hidup sehat dan mencegah penyakit berkembang menjadi AIDS.

    Lebih jauh tentang penderita yang meninggal, ia menjelaskan, kematian yang tercatat bukan disebabkan langsung oleh virus HIV. Melainkan karena penderita, telah memasuki fase AIDS sehingga sistem kekebalan tubuh menurun drastis dan rentan terhadap berbagai penyakit penyerta.

    “Yang meninggal itu rata-rata sudah dalam kondisi AIDS. Mereka biasanya meninggal karena penyakit penyerta seperti tuberkulosis (TBC) atau penyakit lain akibat daya tahan tubuh yang sudah sangat lemah,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, HIV dan AIDS merupakan dua kondisi yang berbeda. HIV merupakan infeksi virus yang masih dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV). Sedangkan AIDS, merupakan stadium lanjut ketika sistem imun penderita telah mengalami kerusakan berat.

    Sepanjang 2025, Dinkes Samarinda menemukan 492 kasus baru HIV. Sementara hingga Mei 2026, kasus baru yang ditemukan mencapai 184 orang berdasarkan hasil skrining yang dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

    Menurut Ismid, jumlah temuan kasus baru berbeda dengan jumlah pasien yang menjalani pengobatan aktif. Saat ini, tercatat sekitar 2.211 orang masih menjalani terapi HIV secara berkelanjutan di Samarinda.

    “HIV harus diobati seumur hidup. Karena itu jumlah pasien yang menjalani terapi bersifat akumulatif dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

    Ia menambahkan, data kasus baru juga tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah penderita yang berdomisili di Samarinda. Pasalnya, sebagian pasien berasal dari daerah lain namun menjalani pemeriksaan maupun pengobatan di Kota Tepian.

    “Tujuan utama kami bukan hanya menemukan kasus baru, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan secara rutin agar kualitas hidup tetap baik dan angka kematian dapat ditekan,” pungkas Ismid.

     

    Dinkes Samarinda HIV HIV AIDS Ismid Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    Ratu ArifanzaSeptember 26, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – Kebijakan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperluas akses pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan…

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hujan Mulai Guyur Utara dan Barat Kaltim, BMKG Prediksi Penguatan Curah Hujan Oktober–November

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026
    1 2 3 … 3,364 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.