Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Konflik Lahan dengan Warga, PT Budiduta Agro Makmur Klaim Penyelesaian Terus Berjalan

    April 27, 2026

    Polemik Izin Gereja di Samarinda, Wawali Saefuddin Minta Cek Ulang Proses Administrasi

    April 27, 2026

    RDP Ungkap Dugaan Kejanggalan HGU PT BDA, Kuasa Hukum Minta Lahan Dikembalikan ke Warga

    April 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Hukum»Klaim Lahan Dipinjam Sejak 1986, Warga Gugat Pemkot Samarinda ke PTUN
    Hukum

    Klaim Lahan Dipinjam Sejak 1986, Warga Gugat Pemkot Samarinda ke PTUN

    RidhoBy RidhoJanuari 19, 2026Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Penggugat terkait lahan tanah yang dipakai Pemkot Samarinda, Abdullah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Sengketa lahan antara warga dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali mencuat. Abdullah, pemilik lahan di Jalan Jelawat Gang 6, Kelurahan Sidodamai, menggugat Pemkot Samarinda ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait penggunaan tanah milik keluarganya yang telah berlangsung sejak 1986 tanpa kejelasan status maupun ganti rugi.

    Abdullah menjelaskan, persoalan bermula ketika Pemkot Samarinda meminjam tanah milik orang tuanya pada 1986 untuk relokasi sementara Puskesmas Sidomulyo yang terdampak banjir dari lokasi lama di Jalan Damai. Namun hingga kini, lahan tersebut terus digunakan, sementara puskesmas lama tetap beroperasi.

    “Dulu alasannya pinjam sementara karena kebanjiran. Tapi sampai hari ini tanah itu sudah hampir 40 tahun dipakai oleh pemkot,” ujarnya Senin, 19 Januari 2026.

    Ia menegaskan, pihak keluarga masih memegang sertifikat asli atas lahan tersebut. Menurutnya, pemkot tidak pernah menunjukkan bukti pembayaran, sewa, maupun dokumen wakaf atas tanah yang digunakan selama ini.

    “Apa dasar pemkot menguasai tanah kami sejak 1986? kalau memang dibayar atau diwakafkan, silakan buktikan. Sertifikat semuanya masih ada pada kami,” tegasnya.

    Abdullah menambahkan, tuntutannya bukan semata-mata meminta ganti rugi, melainkan penyelesaian yang adil. Jika pemkot tidak bersedia memberikan kompensasi, ia meminta agar lahan tersebut dikembalikan dan bangunan puskesmas dibongkar.

    “Kalau tidak dibayar, kembalikan saja tanah kami,” katanya.

    Ia juga membantah adanya skema pinjam sewa. Bahkan, meski tanah tersebut digunakan oleh pemkot, pihak keluarga mengaku tetap dibebani Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun.

    “Tanah dipakai pemkot tapi kami tetap ditagih PBB. Tidak pernah ada bukti pembayaran sewa atau ganti rugi dari pemkot,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Abdullah menyebut Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tidak mampu menunjukkan bukti pembayaran maupun hak kepemilikan atas lahan tersebut. Bahkan, upaya Pemkot untuk mengurus sertifikat atas nama pemerintah daerah disebut sempat ditolak oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

    Sebelum menempuh jalur hukum, Abdullah mengaku telah berulang kali berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara lisan maupun tertulis sejak 2011. Namun, menurutnya, pemkot justru menyarankan agar sengketa itu dibawa ke pengadilan.

    “Saya sudah mencoba musyawarah bertahun-tahun. Tapi akhirnya pemkot sendiri yang menyarankan agar saya menggugat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    RDP Ungkap Dugaan Kejanggalan HGU PT BDA, Kuasa Hukum Minta Lahan Dikembalikan ke Warga

    April 27, 2026

    Polresta Samarinda Ungkap 73 Kasus Narkotika, Sita 3,4 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

    April 13, 2026

    Geger! Toples Berisi Potongan Jari Manusia Ditemukan di Lahan Kosong Samarinda

    April 11, 2026

    GERAM Kecewa Tuntutan Belum Didengar, Aksi Lanjutan Segera Digelar

    April 8, 2026

    Polsek Samarinda Amankan Ayah Tiri Terduga Pelaku Persetubuhan Anak, Proses Hukum Dipastikan Berjalan Tegas

    Maret 25, 2026

    Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Samarinda Terungkap TRC PPA Kaltim Dampingi Korban Selama Proses Hukum

    Maret 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Konflik Lahan dengan Warga, PT Budiduta Agro Makmur Klaim Penyelesaian Terus Berjalan

    Andika SaputraApril 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pihak manajemen PT Budiduta Agro Makmur menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan konflik lahan…

    Polemik Izin Gereja di Samarinda, Wawali Saefuddin Minta Cek Ulang Proses Administrasi

    April 27, 2026

    RDP Ungkap Dugaan Kejanggalan HGU PT BDA, Kuasa Hukum Minta Lahan Dikembalikan ke Warga

    April 27, 2026

    Tongkat Estafet MSI Group Dilanjutkan, Keluarga Pastikan Empat Media Tetap Berjalan

    April 27, 2026

    Tabrakan Beruntun di Samarinda Telan Korban Jiwa, Polisi Periksa Pelaku dan Saksi

    April 27, 2026
    1 2 3 … 3,077 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.