Insitekaltim, Samarinda – Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Kalimantan Timur disebut memiliki keunggulan tersendiri dibanding program studi otomotif lainnya di daerah.
Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis otomotif, program studi tersebut juga memberikan dasar pendidikan keguruan yang memungkinkan lulusannya berkarier sebagai tenaga pendidik maupun pelaku usaha.
Wakil Rektor III Bidang Humas dan Kerja Sama IKIP PGRI Kaltim Abdul Rozak Fahruddin mengatakan Program Studi Pendidikan Otomotif yang dimiliki kampusnya merupakan satu-satunya program studi otomotif berbasis pendidikan atau keguruan di Kalimantan Timur bahkan di Pulau Kalimantan.
Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi memang memiliki program otomotif, namun lebih berorientasi pada pendidikan vokasi dan teknik, bukan mencetak calon guru otomotif.
“Di Kalimantan Timur, Pendidikan Otomotif yang berbasis keguruan hanya ada di IKIP PGRI Kaltim. Politeknik tidak ada, Universitas Mulawarman juga tidak ada. Jadi ini menjadi keunggulan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Rozak menjelaskan, latar belakang pendidikan yang dimiliki mahasiswa menjadi nilai tambah karena diakui sebagai syarat untuk mengajar di satuan pendidikan, khususnya pada bidang otomotif di sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Karena memiliki basis pendidikan, lulusan kami bisa menjadi guru otomotif. Ini yang menjadi salah satu keuntungan utama dibanding lulusan otomotif yang tidak memiliki latar belakang keguruan,” katanya.
Selain berpeluang menjadi guru, mahasiswa juga dibekali kompetensi teknis yang memungkinkan mereka berwirausaha secara mandiri di bidang otomotif. Lulusan dapat membuka bengkel, jasa perawatan kendaraan, maupun usaha lain yang relevan dengan kompetensi yang diperoleh selama kuliah.
Menurut Abdul Rozak, fleksibilitas tersebut membuat lulusan memiliki pilihan karier yang lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.
“Mereka bisa menjadi guru karena memiliki dasar pendidikan, tetapi jika melihat peluang lain, mereka juga bisa membuka usaha sendiri atau bekerja di bidang otomotif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut serupa dengan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang tidak hanya menghasilkan guru olahraga, tetapi juga pelatih maupun pelaku usaha di bidang olahraga.
Abdul Rozak menegaskan bahwa lulusan IKIP PGRI Kaltim tidak harus selalu berkarier sesuai jalur pendidikan yang ditempuh selama kuliah. Banyak alumni yang saat ini bekerja di berbagai sektor, mulai dari dunia pendidikan, birokrasi, hingga politik.
“Mereka bisa melihat peluang dan berkembang sesuai kompetensi yang dimiliki,” tuturnya.
Dengan keunggulan tersebut, IKIP PGRI Kaltim optimistis prodi PVTO akan terus menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki kompetensi mengajar sekaligus keterampilan teknis di bidang otomotif.

