Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Warga Bontang Mulai 2019, Santunan Kematian Jadi Rp3 Juta
    Advertorial

    Warga Bontang Mulai 2019, Santunan Kematian Jadi Rp3 Juta

    MartinusBy MartinusNovember 12, 201802 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim Bontang – Wali kota Bontang Neni Moerniaeni, memutuskan menaikkan anggaran santunan kematian bagi warganya yang memiliki KTP Kota Bontang sebesar Rp3 juta. Dimana sebelumnya besaran santunan kematian per jiwa adalah Rp1 juta.
    Kenaikan santunan kematian ini, dijelaskan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, karena sudah lama tidak ada kenaikan,Senin (12/11/2018)
    “Sejak jamannya pak Sofyan hingga saat ini, santunan kematian dari dulu hanya Rp1 juta, dan saya melihat kondisi saat ini Rp1 juta tidak akan cukup, apalagi untuk masyarakat yang kurang mampu,” ujar wali kota.
    Apalagi, lanjutnya, kebutuhan warga yang berduka sangatlah tinggi. “Jika hanya Rp1 juta maka akan kurang, karena harus membeli berbagai kebutuhan seperti kain kafan, nisan, dan untuk acara doa dan selamatannya. Apalagi orang kristen, karena harus beli peti mati. Dan peti mati itu mahal harganya, kisaran Rp1 juta ke atas nilainya,” katanya.
    Jadi, menurutnya, sangat tepat apabila santunan kematian warga Bontang dinaikan nilainya. “Sudah saya hitung dalam setahun, kurang lebih ada 300 warga yang meninggal, dan saya pukul rata ada 500 orang. Sehingga jika santunan dinaikan Rp3 juta per orang, maka membutuhkan anggaran sebesar kurang lebih Rp1.5 miliar,” jelasnya.
    Neni melihat, nilai Rp3 juta tersebut, sangat membantu dan dapat meringankan keluarga yang sedang berduka.
    “Ini sudah masuk RKPD (rencana kerja pembangunan daerah) dan per 1 Januari 2019, jika ada warga Bontang yang meninggal, maka santuan kematiannya adalah Rp3 juta,” jelasnya.
    Menurut Neni, menaikan anggaran santunan kematian ini juga bertujuan, agar data kependudukan bisa selalu update. “Tidak ada lagi orang meninggal yang dipanggil untuk pemilih. Dengan santunan kematian ini, maka keluarganya akan mengurus surat kematian, dan data akan selalu update, dan data kependudukan akan selalu valid,” katanya.(bie)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 7, 2026

    Kontribusi Hotel Samarinda Menurun, DPRD Soroti Efisiensi Pemerintah

    Oktober 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.