Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Open Turnamen Karate Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Masa Depan

    Juni 13, 2026

    Tak Lagi Soal Kesepian, Anak Muda Justru Nyaman Habiskan Waktu Sendiri

    Juni 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Warga Bontang Mulai 2019, Santunan Kematian Jadi Rp3 Juta
    Advertorial

    Warga Bontang Mulai 2019, Santunan Kematian Jadi Rp3 Juta

    MartinusBy MartinusNovember 12, 201802 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim Bontang – Wali kota Bontang Neni Moerniaeni, memutuskan menaikkan anggaran santunan kematian bagi warganya yang memiliki KTP Kota Bontang sebesar Rp3 juta. Dimana sebelumnya besaran santunan kematian per jiwa adalah Rp1 juta.
    Kenaikan santunan kematian ini, dijelaskan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, karena sudah lama tidak ada kenaikan,Senin (12/11/2018)
    “Sejak jamannya pak Sofyan hingga saat ini, santunan kematian dari dulu hanya Rp1 juta, dan saya melihat kondisi saat ini Rp1 juta tidak akan cukup, apalagi untuk masyarakat yang kurang mampu,” ujar wali kota.
    Apalagi, lanjutnya, kebutuhan warga yang berduka sangatlah tinggi. “Jika hanya Rp1 juta maka akan kurang, karena harus membeli berbagai kebutuhan seperti kain kafan, nisan, dan untuk acara doa dan selamatannya. Apalagi orang kristen, karena harus beli peti mati. Dan peti mati itu mahal harganya, kisaran Rp1 juta ke atas nilainya,” katanya.
    Jadi, menurutnya, sangat tepat apabila santunan kematian warga Bontang dinaikan nilainya. “Sudah saya hitung dalam setahun, kurang lebih ada 300 warga yang meninggal, dan saya pukul rata ada 500 orang. Sehingga jika santunan dinaikan Rp3 juta per orang, maka membutuhkan anggaran sebesar kurang lebih Rp1.5 miliar,” jelasnya.
    Neni melihat, nilai Rp3 juta tersebut, sangat membantu dan dapat meringankan keluarga yang sedang berduka.
    “Ini sudah masuk RKPD (rencana kerja pembangunan daerah) dan per 1 Januari 2019, jika ada warga Bontang yang meninggal, maka santuan kematiannya adalah Rp3 juta,” jelasnya.
    Menurut Neni, menaikan anggaran santunan kematian ini juga bertujuan, agar data kependudukan bisa selalu update. “Tidak ada lagi orang meninggal yang dipanggil untuk pemilih. Dengan santunan kematian ini, maka keluarganya akan mengurus surat kematian, dan data akan selalu update, dan data kependudukan akan selalu valid,” katanya.(bie)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    DPRD Nilai Komitmen Pemkot dalam Memajukan UMKM Semakin Terlihat

    Juni 11, 2026

    Nilai TKA Tinggi, DPRD Minta Disdik Petakan Sekolah yang Masih Tertinggal

    Juni 10, 2026

    Pengunjung Pasar Pagi Anjlok, DPRD Samarinda Minta Pemkot Fokus Benahi Masalah

    Juni 10, 2026

    Samarinda Bangun PLTSa, DPRD Pertanyakan Nasib 10 Insinerator yang Sudah Dibeli

    Juni 9, 2026

    Penataan SKM Kini Berpayung Hukum, Bangunan di Bantaran Ditertibkan Bertahap

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    SittiJuni 13, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Setelah hampir sembilan tahun tidak tampil dalam agenda publik terbuka, mantan Bupati Kutai…

    Open Turnamen Karate Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Masa Depan

    Juni 13, 2026

    Tak Lagi Soal Kesepian, Anak Muda Justru Nyaman Habiskan Waktu Sendiri

    Juni 13, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026

    Ririn Optimistis Maratua Jazz 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata dan PAD Berau

    Juni 13, 2026
    1 2 3 … 3,143 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.