Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Kantor Baru Batalyon B Pelopor Diresmikan, Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp12,4 Miliar

    Oktober 8, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan
    DPRD Samarinda

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Samarinda. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Timur, termasuk sejumlah wilayah di Kota Samarinda. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan yang rawan.

    Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, persoalan karhutla tidak hanya terjadi di Samarinda. Sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim) juga masih menghadapi potensi kebakaran lahan.

    “Kalau bicara masalah karhutla, saya kira bukan hanya di Samarinda saja, hampir seluruh Kaltim. Yang baru-baru ini kan dari Kutai Kartanegara itu terjadi kebakaran yang luar biasa,” ujar Helmi saat ditemui di Hotel Five Premiere Samarinda, Rabu, 7 Oktober 2026.

    Menurut Helmi, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dari lingkungan masyarakat. Warga diminta menjaga kebersihan kawasan dan memperhatikan wilayah yang berpotensi menjadi titik rawan kebakaran.

    Ia menilai pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran lahan dapat berkembang dan meluas apabila kondisi lingkungan mendukung terjadinya api.

    “Kita menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungannya, selalu membersihkan daerah-daerah yang rawan, sehingga kita menghindari terjadinya kebakaran,” katanya.

    Selain menjaga lingkungan permukiman, Helmi juga mengingatkan masyarakat yang memiliki lahan perkebunan maupun sawah agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

    Menurutnya, aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan masih rentan terhadap api.

    “Lahan-lahan perkebunan atau sawah juga untuk tidak membakar sembarangan,” tegasnya.

    Helmi menyebut pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk mendukung penanganan kondisi darurat. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengalokasikan anggaran tanggap darurat untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

    “Kemarin kita bersama pemerintah itu juga sudah menganggarkan lewat BPBD,” ujarnya.

    Namun menurut Helmi, dukungan anggaran pemerintah tetap perlu diiringi kesadaran masyarakat. Pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas kebencanaan karena sebagian potensi kebakaran berada di lingkungan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat.

    Ia mengajak warga untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melakukan langkah pencegahan apabila menemukan kawasan yang berpotensi terbakar.

    Penanganan karhutla kata Helmi, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain pemerintah dan BPBD, masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran sejak awal.

    Dengan kewaspadaan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, potensi kebakaran di Samarinda maupun wilayah lain di Kaltim diharapkan dapat ditekan.

    DPRD Samarinda Helmi Abdullah karhutla Kebakaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 7, 2026

    Kontribusi Hotel Samarinda Menurun, DPRD Soroti Efisiensi Pemerintah

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    AminahOktober 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana untuk ketiga…

    Kantor Baru Batalyon B Pelopor Diresmikan, Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp12,4 Miliar

    Oktober 8, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 7, 2026
    1 2 3 … 3,377 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.