
Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu menjadi perhatian, terutama di tengah keterbatasan lahan pertambangan di Kota Tepian.
Sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, dan industri dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikan Helmi saat ditemui di Gedung Olah Bebaya Jalan Gajah Mada Kota Samarinda, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menurut Helmi, potensi sumber daya setiap daerah berbeda sehingga kebijakan pengembangan ekonominya perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Untuk Samarinda, penguatan sektor usaha di luar pertambangan dinilai lebih relevan karena keterbatasan lahan tambang.
“Jadi memang khusus untuk Samarinda kita lebih menekankan kepada usaha-usaha skala mikro dan makro. Kita lebih banyak nanti kepada bagaimana meningkatkan pendapatan pada wisata, kuliner, perhotelan, perindustrian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim) masih memiliki potensi pertambangan yang dapat dikembangkan. Karena itu, pendekatan terhadap pengelolaan sumber daya alam tidak bisa disamaratakan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
“Bagi daerah-daerah lain saya kira cukup punya potensi yang sangat besar untuk menggarap tambang itu. Jadi mungkin beda wilayah, beda juga kebijakannya,” jelasnya.
Selain menyoroti arah pembangunan ekonomi, Helmi turut mengapresiasi kegiatan yang membahas persoalan energi di Kaltim. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk menampung berbagai masukan dari pembicara maupun peserta, sekaligus mendorong evaluasi terhadap persoalan energi yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap pembahasan mengenai kuota bahan bakar minyak (BBM) dapat berujung pada perbaikan distribusi, mengingat antrean BBM masih menjadi persoalan di Samarinda.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan kuota BBM sebesar 510.000 liter pada 2026 dan harapan peningkatan realisasi penyaluran hingga sekitar 600.000 liter.
Di sisi lain, Helmi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kabut dan cuaca yang belum menentu. Ia meminta warga menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di kawasan perkebunan dan persawahan.
“Kekhawatiran akan kebakaran itu kita harus hati-hati, jaga-jaga. Kita jaga lingkungan kita selalu bersih,” tuturnya.
Helmi menyinggung kebakaran yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), termasuk di Muara Muntai, yang disebutnya menghanguskan sekitar sembilan rumah di kampungnya. Ia menyampaikan rencana untuk meninjau lokasi tersebut.
Terkait kemungkinan penetapan masa tanggap darurat atau pembatasan tertentu di Samarinda, Helmi mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi sebelum mengambil keputusan.
“Saya kira kita lihat situasi dan keadaannya. Pemerintah nanti akan berkoordinasi untuk mengambil yang terbaik,” pungkasnya.

