Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Usai Revitalisasi Pasar Pagi Sistem Klaster Kios, Belum Mampu Tarik Pengunjung Secara Merata
    Ekonomi

    Usai Revitalisasi Pasar Pagi Sistem Klaster Kios, Belum Mampu Tarik Pengunjung Secara Merata

    IraBy IraJuli 31, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Jual Beli di Pasar Pagi (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penataan kios berbasis klaster di gedung Pasar Pagi yang baru direvitalisasi, menjadi salah satu penyebab lesunya aktivitas perdagangan.

    Hal tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang, yang mengatakan penempatan kios yang berpencar membebani biaya operasional pedagang. Sementara tata letak yang diterapkan, dinilai belum mampu menarik arus pengunjung secara merata.

    Ketua Forum Pedagang Pasar Pagi Thoriq Hakim mengatakan, sejak awal para pedagang telah mengusulkan agar pembagian kios mempertimbangkan jumlah petak yang dimiliki setiap pedagang.

    “Namun, usulan tersebut tidak diakomodasi,” ungkap Thoriq.

    Menurutnya, banyak pedagang yang memiliki lebih dari satu kios justru memperoleh lokasi yang tersebar di berbagai lantai, sehingga sulit untuk dioperasikan secara bersamaan.

    “Kalau kiosnya berpencar, otomatis kami harus menambah karyawan. Sementara satu kios saja belum tentu menghasilkan, apalagi harus membuka beberapa kios sekaligus,” ujarnya saat ditemui di Pasar Pagi, Jumat, 31 Juli 2026.

    Ia mencontohkan, ada pedagang yang memiliki belasan kios tetapi tersebar mulai lantai tiga hingga lantai tujuh. Akibatnya, sebagian besar kios terpaksa ditutup karena biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

    Thoriq menilai, apabila pembagian kios dilakukan berdasarkan kelompok jumlah petak dan ditempatkan dalam satu area yang berdekatan, maka lebih banyak kios yang dapat beroperasi sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih hidup.

    Selain itu, ia menilai revitalisasi Pasar Pagi hanya berhasil dari sisi tampilan fisik, tetapi belum mampu menghidupkan fungsi pasar sebagai pusat perdagangan.

    “Kalau dari sisi estetik memang bagus, tetapi dari sisi fungsi menurut saya gagal. Penataan ruangnya tidak mempertimbangkan masukan pedagang sehingga dampaknya sekarang pasar menjadi sepi,” katanya.

    Ia juga mengaku Forum Pedagang telah beberapa kali mengirim surat permohonan audiensi kepada Dinas Perdagangan untuk menyampaikan berbagai masukan. Namun hingga kini belum ada tanggapan.

    “Kami bukan menolak kebijakan pemerintah. Kami justru ingin memberikan solusi karena kami yang setiap hari berjualan di sini. Tapi sampai empat kali berkirim surat belum pernah diajak berdiskusi,” ungkapnya.

    Salah satu usulan yang disampaikan pedagang ialah memusatkan seluruh area kuliner di lantai tujuh agar menjadi daya tarik bagi pengunjung sekaligus mendorong pergerakan masyarakat ke seluruh lantai pasar.

    “Kalau pusat kuliner dijadikan satu di atas, orang yang datang makan pasti melewati kios-kios di lantai lain. Itu bisa memancing transaksi di seluruh area pasar,” jelasnya.

    Keluhan serupa juga disampaikan pedagang jamu di lantai dua, Ohan. Ia menilai penerapan sistem klaster justru membatasi pedagang dalam menjual barang yang dibutuhkan konsumen.

    Menurutnya, sejumlah pedagang mendapat teguran ketika menjual produk di luar kategori klaster yang telah ditentukan.

    “Kami terkendala klaster. Padahal tujuannya supaya pembeli lebih banyak pilihan. Kalau terus dibatasi, pengunjung juga semakin sedikit,” katanya.

    Selain persoalan penataan, Ohan juga mengeluhkan kondisi bangunan yang masih mengalami tempias saat hujan, terutama di beberapa titik di lantai dua.

    Para pedagang berharap, pemerintah segera mengevaluasi sistem penataan Pasar Pagi dengan melibatkan pelaku usaha secara langsung agar revitalisasi yang telah dilakukan tidak hanya menghasilkan bangunan yang megah, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang.

     

    Distribusi kios Kios Pasar Pagi Pasar Pagi Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Didorong Pulihkan Aktivitas Perdagangan, Pedagang Diberi Ruang Bergabung

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026

    137 UMKM Penyintas Dapat KEMAS, Pertamina Siapkan Pemetaan Pasokan LPG 3 Kg

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    AminahSeptember 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur produksi dan ekspor komoditas tambang mulai berdampak…

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Batasi Usia Atlet 30 Tahun, Larang Peraih Emas PON Tampil

    September 18, 2026

    Kaltim Kekurangan Jutaan Judul Buku untuk Capai Rasio Ideal Perpusnas

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,349 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.