Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Jaga Transparansi, KONI Terapkan Digitalisasi Data Atlet Porprov Kaltim

    September 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor
    Ekonomi

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    AminahBy AminahSeptember 17, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sejumlah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan sektor perhubungan laut sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) belum berjalan sesuai rencana.

    Proyek fasilitas tambat kapal senilai Rp28 miliar yang disiapkan untuk menunjang penerimaan daerah masih tertahan sejumlah perizinan dan berpotensi baru dibangun pada 2027.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Yusliando mengatakan, anggaran pembangunan sebenarnya sudah tersedia pada 2026. Namun, pekerjaan fisik belum bisa dimulai karena dokumen teknis dan sejumlah rekomendasi belum rampung.

    “Untuk tambat sampai dengan hari ini kami masih menyiapkan dokumen-dokumen teknisnya. Masih ada beberapa yang harus kami siapkan terkait dengan izin lingkungan hidup,” kata Yusliando, Rabu, 16 September 2026.

    Selain izin lingkungan, Dishub Kaltim masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), karena pembangunan tidak akan dilakukan sebelum seluruh persyaratan tersebut terbit.

    “Kita menunggu dulu karena tanpa ada izin-izin itu, tentunya akan nanti menjadi masalah kalau kita bangun,” ungkapnya.

    Dengan kondisi tersebut, pembangunan yang semula masuk anggaran 2026 kemungkinan bergeser ke 2027. Yusliando memastikan perubahan jadwal itu bukan disebabkan efisiensi anggaran.

    “Di 2026 sudah ada anggarannya. Hanya saja ada hal-hal yang mesti kami siapkan terlebih dahulu untuk menuju ke pembangunan fisiknya,” jelasnya.

    Yang belum jelas bukan hanya kapan fasilitas itu mulai dibangun, tetapi juga berapa penerimaan yang bisa masuk ke kas daerah setelah beroperasi.

    Dishub Kaltim mengaku sudah menghitung proyeksi ekonominya melalui studi kelayakan. Namun, Yusliando belum dapat menyebutkan angka potensi PAD per tahun.

    Ia hanya mengungkapkan investasi Rp28 miliar tersebut diperkirakan mencapai titik impas atau break even point (BEP) sekitar 10 tahun. Setelah dibangun, fasilitas tambat direncanakan dikelola melalui badan usaha milik daerah, PT Melati Bhakti Satya (MBS).

    Lokasi proyek juga berubah dari rencana awal. Sebelumnya, dua titik yang disiapkan berada di Sungai Kunjang dan Sungai Lais. Namun, Dishub Kaltim kini cenderung hanya melanjutkan pembangunan di Sungai Lais.

    Perubahan itu berkaitan dengan beroperasinya Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam Hulu selama 24 jam. Kondisi tersebut membuat kapal tidak lagi harus menunggu pembukaan jembatan sehingga kebutuhan fasilitas tambat di Sungai Kunjang dinilai berkurang.

    “Jadi kita nanti fokus di Sungai Lais karena di Sungai Lais itu banyak yang tambat di situ,” pungkas Yusliando.

     

    Dishub Kaltim Kemenhub Tambat Kapal Yusliando
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    September 17, 2026

    Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemprov Kaltim Anjurkan Sekolah Daring

    September 17, 2026

    Kabut Asap Makin Parah, Sekolah Samarinda Beralih ke PJJ Mulai Hari Ini

    September 17, 2026

    Peringatan Harhubnas 2026, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Didorong Pulihkan Aktivitas Perdagangan, Pedagang Diberi Ruang Bergabung

    September 17, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    AminahSeptember 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan sektor perhubungan laut sebagai sumber…

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Jaga Transparansi, KONI Terapkan Digitalisasi Data Atlet Porprov Kaltim

    September 17, 2026

    Hampir 20 Tahun STS Berjalan, DPRD Kaltim Ancam Ubah Kawasan Jadi Zona Nelayan

    September 17, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026
    1 2 3 … 3,347 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.